SGMW menembus penjualan lebih dari 3 juta unit mobil ramah lingkungan di pasar global, dan Indonesia masuk tiga besar penyumbang terbesarnya. Pencapaian ini menegaskan bahwa pasar Indonesia kini punya bobot penting dalam strategi elektrifikasi Wuling.
Di Indonesia, lini kendaraan ramah lingkungan Wuling sudah berkembang dari satu model menjadi beberapa nama sekaligus. Saat ini, Wuling menjual Air EV, Binguo EV, Cloud EV, Mitra EV, Darion, dan Eksion di pasar lokal.
Peran Indonesia makin besar
Indonesia bukan lagi sekadar pasar tambahan bagi SGMW. Negara ini disebut sebagai salah satu dari tiga penyumbang penjualan terbesar mobil ramah lingkungan bagi grup tersebut secara global.
Posisi itu muncul seiring perluasan jajaran produk elektrifikasi Wuling di Tanah Air. Darion dan Eksion sama-sama hadir dengan varian PHEV, sementara model lain memperkuat pilihan BEV yang tersedia untuk konsumen.
| Model Wuling di Indonesia | Jenis Teknologi | Keterangan |
|---|---|---|
| Air EV | BEV | Mobil listrik murni pertama Wuling di Indonesia |
| Binguo EV | BEV | Menambah pilihan mobil listrik murni |
| Cloud EV | BEV | Memperluas portofolio kendaraan listrik Wuling |
| Mitra EV | BEV | Model niaga berbasis elektrifikasi |
| Darion | PHEV | Model PHEV pertama Wuling di Indonesia |
| Eksion | PHEV | Dirakit secara lokal dan mendapat sambutan baik sejak diluncurkan awal tahun ini |
Berangkat dari angka kecil
Keberhasilan SGMW ini terasa kontras jika melihat awal pengembangan kendaraan energi baru mereka. Pada 2017, penjualannya baru sekitar 11 ribu unit sebelum berkembang menjadi lini produk yang jauh lebih luas.
Perjalanan itu kemudian mengantar SGMW ke pasar yang lebih beragam, termasuk berbagai negara di luar China. Strategi tersebut membuat perusahaan tidak hanya bergantung pada satu model, melainkan pada portofolio yang terus melebar.
Hongguang Mini EV masih jadi tulang punggung
Di antara seluruh model ramah lingkungan SGMW, Hongguang Mini EV tetap menjadi penyumbang utama penjualan di China. Model ini bahkan sempat menjadi BEV terlaris di negara asalnya pada 2023.
Meski kini menghadapi persaingan yang makin ketat dari rival seperti Geely EX2, posisinya masih penting bagi total penjualan SGMW. Popularitas Hongguang Mini EV menjadi salah satu alasan angka penjualan grup itu bisa melesat hingga jutaan unit.
Portofolio tidak berhenti di mobil kecil
SGMW juga memperluas elektrifikasi ke banyak segmen, mulai dari SUV, MPV, sedan, hatchback, city car, hingga kendaraan komersial. Langkah ini menunjukkan bahwa strategi mereka tidak dibangun hanya untuk mobil perkotaan berukuran kecil.
Di segmen kendaraan niaga, SGMW mengembangkan Yangguang yang dikenal sebagai Mitra EV di Indonesia. Model tersebut disebut cukup mendapat sambutan baik di pasar tujuan, sehingga memperlihatkan bahwa teknologi elektrifikasi mereka juga relevan untuk kebutuhan usaha.
Lini SUV dan arah ekspansi berikutnya
Untuk segmen SUV, SGMW menyiapkan model dari kelas entry level sampai premium melalui Wuling Starlight series yang terdiri dari S, L, dan 560. Namun, baru 560 yang dijual di pasar global dengan nama Eksion di Indonesia.
Eksion juga menjadi salah satu model yang menegaskan arah ekspansi Wuling di pasar lokal. Dengan perakitan lokal dan sambutan yang baik sejak peluncuran awal tahun ini, model tersebut memperkuat jejak elektrifikasi Wuling di Indonesia.
Wuling juga disebut masih menyiapkan perluasan lini model kompak di Indonesia. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah Aira EV yang diperkirakan akan menggantikan posisi Air EV, meski keputusan resminya belum diumumkan.
Selain itu, belum ada kejelasan apakah tiga model anyar lainnya akan hadir sebagai BEV atau PHEV. Yang pasti, Wuling belum menunjukkan tanda akan memperlambat ekspansi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia setelah pasar ini ikut menyumbang pencapaian global besar bagi SGMW.
Source: ridertua.com






