Industri Motor Listrik Lokal Sudah Ada, Kini Kepastian Insentif Jadi Persoalan

Author: Redaksi Android62

Indonesia telah memiliki sejumlah produsen motor listrik yang merancang dan memproduksi kendaraan di dalam negeri. Tantangan yang kini lebih mendesak bagi industri bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan kepastian kebijakan insentif untuk menjaga pasar dan investasi manufaktur lokal.

Gesits dan Maka Motors menjadi dua contoh perusahaan yang telah membangun pengembangan serta fasilitas produksi motor listrik nasional. Kehadiran keduanya menunjukkan ekosistem kendaraan listrik roda dua telah berjalan sebelum muncul rencana peluncuran motor listrik nasional dalam beberapa minggu.

Pendiri Maka Motors dalam beberapa kesempatan menyampaikan keluhan mengenai penurunan penjualan motor listrik ketika arah kebijakan insentif pemerintah belum jelas. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan produsen lokal yang telah menanamkan dana untuk riset, pengembangan, dan produksi di Indonesia.

Insentif dipandang penting karena pasar motor listrik masih membutuhkan dorongan agar konsumen lebih tertarik beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak. Bagi pelaku industri, kepastian kebijakan juga menjadi dasar untuk mengatur kapasitas produksi dan rencana investasi berikutnya.

Pelaku lokal telah membangun fasilitas produksi

Gesits diproduksi oleh PT Gesits Motor Nusantara, yang merupakan anak usaha PT Industri Baterai Indonesia atau IBC dan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi. Merek ini berawal dari pengembangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS di Surabaya sejak 2007.

Pengembangan Gesits kemudian dilakukan lebih serius pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Motor listrik tersebut juga telah diekspor ke Senegal pada 2021 dan disebut telah digunakan oleh banyak pengemudi ojek online.

Sementara itu, Maka Motors dikembangkan oleh PT Kendaraan Listrik Nusantara atau KLN. Perusahaan yang berdiri pada 2022 itu didirikan oleh dua pengusaha dan insinyur muda Indonesia, Raditya Wibowo serta Arief Fadillah.

Produk perdana perusahaan tersebut adalah Maka Cavalry yang diluncurkan pada tahun lalu. Maka Motors menyatakan kendaraan itu dirancang, dikembangkan, dan diproduksi oleh tenaga Indonesia.

Merek Pengembang Fasilitas dan catatan
Gesits PT Gesits Motor Nusantara Pabrik di Cilengsi, berawal dari pengembangan ITS sejak 2007
Maka Motors PT Kendaraan Listrik Nusantara Pabrik di Cikarang dengan kapasitas hingga 100.000 unit per tahun

Riset lokal menjadi pembeda

Maka Motors memiliki pusat riset dan pengembangan di Indonesia. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu pembeda karena pusat R&D lokal masih relatif jarang ditemukan dalam industri kendaraan listrik Tanah Air.

Fasilitas produksi Maka Motors berada di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas hingga 100.000 unit per tahun. Kapasitas ini memperlihatkan bahwa perusahaan lokal telah menyiapkan basis manufaktur untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Gesits juga memiliki pabrik di Cilengsi, wilayah pinggiran Jakarta yang tidak jauh dari Sentul, Bogor. Dua fasilitas tersebut menegaskan bahwa pengembangan motor listrik nasional tidak hanya berhenti pada konsep atau perakitan terbatas.

Selain kedua merek itu, PT Mobil Anak Bangsa mengembangkan merek Electro. Perusahaan otomotif nasional tersebut juga mengembangkan bus, truk, dan mobil listrik di Indonesia.

Polytron turut menjual jajaran motor listrik Fox serta mobil listrik. Perusahaan itu mempunyai sejumlah pabrik di Jawa Tengah, sehingga menambah daftar pelaku lokal yang telah masuk ke pasar kendaraan listrik.

Pernyataan Presiden dan kondisi pasar

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana peluncuran motor listrik nasional ketika menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 18 Juli 2026. Dalam pidatonya, ia juga menyebut Indonesia akan segera mempunyai motor dan mobil yang dibuat oleh anak-anak Indonesia.

“Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional,” ujar Prabowo. Namun, keberadaan Gesits, Maka Motors, Electro, dan Polytron menunjukkan produk kendaraan listrik buatan dalam negeri sudah lebih dahulu berkembang.

Rencana peluncuran kendaraan baru tetap dapat menambah pilihan bagi konsumen dan industri. Namun, keberlanjutan produsen yang telah beroperasi akan sangat bergantung pada dukungan kebijakan yang konsisten, terutama terkait insentif pasar.

Dengan basis riset, produksi, dan merek lokal yang telah tersedia, perhatian industri kini tertuju pada langkah pemerintah menciptakan iklim usaha yang lebih pasti. Kepastian tersebut penting agar kapasitas manufaktur dan investasi kendaraan listrik nasional dapat terus berkembang.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru