Infinix GT30 Pro tampil sebagai ponsel yang sangat kuat di kelas menengah, terutama saat dipakai untuk bermain gim berat. Namun, satu persoalan besar membuatnya tidak bisa disebut ideal sepenuhnya, yakni suhu bodi yang bisa naik tajam saat ditekan terlalu keras.
Dalam pemakaian dua bulan, perangkat ini menunjukkan performa yang sulit diabaikan. Di sisi lain, beberapa kompromi seperti material bodi, fitur tertentu, dan daya tahan baterai membuat calon pembeli perlu mempertimbangkannya dengan lebih hati-hati.
Performa gaming menjadi kartu terkuat
Infinix GT30 Pro mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultimate, RAM 8 GB, dan penyimpanan internal 256 GB. Dalam pengujian benchmark, skor AnTuTu perangkat ini berada di kisaran 1.470.000 poin.
Hasil itu sejalan dengan pengalaman bermain gim populer. Mobile Legends dan PUBG Mobile dapat berjalan stabil di 120 fps, sehingga perangkat ini terasa memang dirancang untuk mengejar performa tinggi.
Nilai tambah lain datang dari GT Trigger, tombol fisik di area sensor samping bodi yang dapat dipetakan sebagai tombol L1 dan R1. Fitur ini memberi sensasi yang lebih dekat ke konsol gaming portabel dan menjadi pembeda yang jarang ditemui di kelas menengah.
Layar dan desain ikut menguatkan daya tarik
Di luar performa, sektor layar menjadi salah satu alasan utama GT30 Pro menonjol. Ponsel ini memakai panel AMOLED beresolusi 1,5K, refresh rate 144 Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 4.500 nits.
Kombinasi tersebut membuat tampilan terasa mulus dan tetap nyaman dilihat di bawah terik matahari. Perlindungannya juga sudah memakai Corning Gorilla Glass 7i untuk menambah rasa aman dalam pemakaian harian.
Desainnya pun tidak dibuat setengah hati. Sudut bodi melengkung simetris, bezel layar tipis, dan bagian belakang dilengkapi lampu LED interaktif yang bisa dikustomisasi untuk memperkuat identitas gaming.
Fitur harian terasa lebih lengkap dari kebanyakan pesaing
Infinix juga membekali perangkat ini dengan wireless charging, reverse wireless, dan bypass charging. Fitur bypass charging memungkinkan daya mengalir langsung ke mainboard saat ponsel dipakai bermain sambil diisi daya.
Bagi gamer, fungsi itu sangat relevan karena membantu mengurangi beban baterai dalam sesi panjang. Speaker stereo gandanya juga menambah kenyamanan saat menonton video atau bermain gim tanpa headset.
Antarmuka yang dipakai adalah XOS 4 GT berbasis Android 15. Sistem ini disebut bersih dari gangguan iklan dan mendapat jaminan pembaruan sistem operasi selama 2 tahun.
Kekurangan mulai terasa setelah dipakai lebih lama
Meski tampil menggoda, beberapa kekurangan makin jelas setelah pemakaian intensif. Salah satunya adalah Always On Display yang hanya menyala sekitar 5 detik lalu mati, sehingga terasa jauh dari kesan premium.
Material bodi belakang dan bingkai masih memakai plastik. Untuk perangkat di rentang harga empat jutaan, pilihan material ini membuat kesan keseluruhan terasa kurang istimewa.
Slot Micro SD juga tidak tersedia, sehingga kapasitas 256 GB perlu dipikirkan sejak awal, terutama bagi pengguna yang gemar memasang gim berukuran besar. Jack audio 3,5 mm pun absen, yang bisa mengganggu pengguna earphone kabel.
Panas, baterai, dan kamera menjadi area yang perlu dicermati
Masalah paling besar ada pada suhu perangkat. Saat dipakai menjalankan gim berat dengan setelan grafis tertinggi, suhu Infinix GT30 Pro bisa melonjak hingga menembus 50 derajat Celcius.
Karena itu, penggunaan cooler eksternal sangat disarankan untuk sesi gaming panjang. Performa tinggi yang ditawarkan memang terasa, tetapi pengelolaan panasnya belum bisa disebut ideal untuk beban ekstrem.
Baterainya berkapasitas 5.500 mAh, namun efisiensinya dinilai biasa saja dengan catatan Screen on Time di kisaran 6 jam. Artinya, daya tahan bukan sisi yang paling menonjol dari perangkat ini.
Di sektor kamera, hasil siang hari masih cukup meyakinkan. Kamera utama 108 megapiksel mampu menghasilkan foto detail dengan warna hidup, sementara perekaman video mendukung resolusi 4K 60 fps dengan stabilitas yang tenang.
Kelemahannya muncul saat cahaya minim. Foto malam cenderung buram, dengan detail yang terlihat kurang natural dan mendekati efek sapuan cat air.
Pada akhirnya, Infinix GT30 Pro cocok untuk pengguna yang memprioritaskan performa gaming, layar, dan fitur-fitur bernilai tinggi. Namun, calon pembeli perlu siap menerima kompromi pada suhu bodi, material plastik, AOD yang terbatas, serta kamera malam yang belum memuaskan.







