Inggris Diunggulkan, Argentina Tetap Menyimpan Luka Lama di Semifinal 2026

Author: Redaksi Android62

Argentina dan Inggris kembali dipertemukan dalam laga besar yang membawa beban sejarah panjang. Semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, tidak hanya memperebutkan tiket final, tetapi juga membuka lagi rivalitas yang kerap panas di panggung dunia.

Secara statistik, Inggris disebut punya peluang lolos sedikit lebih besar, yakni 52,9 persen berbanding 47,1 persen untuk Argentina menurut Opta. Dalam waktu normal, Inggris juga diperkirakan menang 39 persen, sedangkan Argentina 32 persen, dengan kemungkinan sisanya berakhir imbang.

Keunggulan Tipis Inggris, Tetapi Pengalaman Argentina Masih Berat Dipatahkan

Di atas kertas, skuad Inggris tampil lebih segar dan punya kedalaman yang kuat. Thomas Tuchel membawa Harry Kane, Jude Bellingham, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Phil Foden sebagai tulang punggung tim.

Argentina tetap datang dengan modal besar sebagai juara bertahan. Lionel Messi masih menjadi figur sentral, didukung Emiliano Martínez, Lisandro Martínez, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Julián Álvarez yang sudah terbiasa menghadapi tekanan laga besar.

Kombinasi itu membuat duel di Atlanta diperkirakan berjalan ketat sampai menit akhir. Inggris unggul dalam opsi dan kebugaran, sementara Argentina mengandalkan pengalaman dan ketenangan di momen krusial.

Rivalitas yang Sudah Terbentuk Sejak Lama

Pertemuan kedua tim di Piala Dunia sudah dimulai sejak 1962 di Chile, saat Inggris menang 3-1 pada fase grup. Empat tahun kemudian, Inggris kembali menang 1-0 atas Argentina di perempat final Piala Dunia 1966 lewat gol Geoff Hurst.

Laga 1966 juga diingat karena insiden Antonio Rattín, kapten Argentina yang diusir wasit setelah protes keras. Sejak saat itu, duel Inggris vs Argentina makin identik dengan tensi tinggi dan cerita di luar skor akhir.

Pertemuan paling ikonik terjadi pada 1986 di Meksiko, ketika Argentina menang 2-1 atas Inggris. Laga itu melahirkan dua momen terkenal dari Diego Maradona, yakni gol “Tangan Tuhan” dan gol kedua yang dianggap salah satu gol terbaik sepanjang masa.

**Luka Maradona dan Beckham Masih Melekat**

Gol kedua Maradona menembus hampir setengah tim Inggris sendirian, menjadikan pertandingan 1986 sebagai salah satu yang paling sering dikenang dalam sejarah sepak bola. Laga itu juga sarat muatan politik karena berlangsung beberapa tahun setelah Perang Falklands atau Malvinas pada 1982.

Inggris kemudian mendapat balasan pahit pada 1998 ketika laga babak 16 besar berakhir 2-2 dan Argentina menang 4-3 lewat adu penalti. David Beckham diusir setelah tindakan balasan ke Diego Simeone, sementara Michael Owen, Alan Shearer, Gabriel Batistuta, dan Javier Zanetti ikut mewarnai pertandingan tersebut.

Balasan Inggris datang lagi pada 2002 saat mereka menang 1-0 atas Argentina di fase grup. Penalti David Beckham ketika itu menjadi penebusan atas insiden yang membayangi dirinya empat tahun sebelumnya.

Sejarah Masih Lebih Memihak Inggris, Tetapi Hasil Akhir Tetap Sulit Ditebak

Secara keseluruhan, Inggris tercatat lebih baik di Piala Dunia dengan tiga kemenangan atas Argentina. Argentina membalas lewat kemenangan pada 1986 dan melalui adu penalti pada 1998, sehingga catatan pertemuan keduanya tetap seimbang dalam hal drama.

Dengan latar rivalitas panjang, status juara bertahan milik Argentina, dan ambisi Inggris untuk terus melaju, semifinal di Atlanta berpotensi menyuguhkan pertandingan yang sangat ketat. Sejarah menunjukkan bahwa pertemuan kedua tim hampir selalu membawa cerita besar, dan laga 2026 kembali punya peluang melakukan hal yang sama.

Tahun Ajang Hasil Catatan Penting
1962 Fase grup Inggris 3-1 Argentina Pertemuan pertama di Piala Dunia
1966 Perempat final Inggris 1-0 Argentina Insiden Antonio Rattín
1986 Perempat final Argentina 2-1 Inggris Gol “Tangan Tuhan” Diego Maradona
1998 16 besar 2-2, Argentina menang penalti 4-3 David Beckham diusir setelah balasan ke Diego Simeone
2002 Fase grup Inggris 1-0 Argentina Penalti David Beckham
Source: www.suara.com
Berita Terbaru