Inggris Tak Boleh Tergelincir, Panama Jadi Tes Terakhir Kepercayaan Diri Tuchel

Author: Redaksi Android62

Inggris datang ke laga penutup Grup L dengan tuntutan yang jelas: menang dan memastikan posisi teratas tetap milik mereka. Di Stadion New York, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2026) dini hari WIB, mereka akan menghadapi Panama yang sudah tersingkir tetapi masih punya ambisi menutup turnamen dengan hasil positif.

Situasi itu membuat duel ini tidak sekadar soal tiga poin. Inggris juga membutuhkan penampilan yang lebih meyakinkan setelah start yang kuat melawan Kroasia justru diikuti hasil imbang tanpa gol melawan Ghana.

Tekanan untuk kembali menunjukkan kendali permainan

Pada pertandingan pembuka, Inggris sempat memunculkan optimisme besar setelah menaklukkan Kroasia 4-2. Kemenangan itu terasa penting karena lawan yang mereka kalahkan adalah finalis Piala Dunia 2018.

Namun, suasana berubah ketika Inggris ditahan Ghana 0-0. Mereka mendominasi penguasaan bola dan serangan, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.

Masalah itu menghidupkan kembali kegelisahan yang kerap muncul saat Inggris tampil di turnamen besar. Harry Kane dan Jude Bellingham, yang sama-sama mencetak gol melawan Kroasia, tak banyak mendapat ruang ketika menghadapi Ghana.

Juara grup menjadi target yang harus diamankan

Inggris saat ini memimpin klasemen Grup L dengan empat poin, sama dengan Ghana di posisi kedua. Kroasia membuntuti di urutan ketiga dengan tiga poin, sehingga hasil di laga terakhir masih sangat menentukan.

Kemenangan atas Panama akan mengunci status juara grup sekaligus menjaga momentum jelang fase gugur. Bagi Thomas Tuchel, hasil itu akan menjadi bukti bahwa timnya bukan hanya lolos, tetapi juga mampu tampil terkendali.

Harry Kane menilai Inggris tidak perlu panik setelah hasil imbang melawan Ghana. Kepada Reuters, ia mengatakan ada bagian permainan yang berjalan baik dan ada juga yang perlu diperbaiki saat menghadapi Ghana.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan mudah-mudahan kami bisa memperbaikinya saat melawan Panama,” kata Kane.

Declan Rice menyampaikan nada serupa kepada BBC Sport. Ia menegaskan Inggris masih punya peluang besar untuk memuncaki grup.

Panama memang di atas kertas kalah jauh

Dari sisi peringkat FIFA, jarak kedua tim terlihat mencolok. Inggris berada di posisi keempat dunia, sementara Panama menempati peringkat ke-34.

Nilai skuad kedua tim juga memperlihatkan kesenjangan yang besar. Transfermarkt mencatat skuad Inggris bernilai 1,36 miliar euro, sedangkan Panama hanya 34,55 juta euro.

Rekor pertemuan juga memihak Inggris. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Inggris menang 6-1 atas Panama pada fase grup, dan Kane mencetak trigol dalam pertandingan itu.

Di atas kertas, pertandingan terakhir Grup L ini tampak berat sebelah. Inggris diperkirakan tetap mengandalkan Kane sebagai sumber gol utama, sementara Bellingham dinilai penting untuk membuka pertahanan Panama yang rapat.

Kane menegaskan bahwa yang paling penting adalah memastikan langkah ke fase berikutnya. Ia mengingatkan bahwa turnamen terbagi antara babak grup dan babak gugur, sehingga babak grup harus diselesaikan dengan aman.

Panama ingin menutup kampanye tanpa tangan kosong

Meski sudah tersingkir, Panama belum kehabisan target. Mereka ingin meraih poin pertama di Piala Dunia atau setidaknya mencetak gol sebelum pulang.

Tanpa beban, Panama justru bisa menjadi lawan yang berbahaya. Inggris perlu waspada terhadap tim yang bermain lebih lepas dan berusaha mengakhiri turnamen dengan catatan yang lebih baik.

Catatan Panama di Piala Dunia memang belum meyakinkan. Pada partisipasi pertama mereka di Rusia, Panama selalu kalah, dan pada dua laga edisi terbaru mereka belum mencetak gol.

Meski begitu, pelatih Thomas Christiansen menilai timnya tetap berkembang. Ia mengatakan para pemain Panama sudah menunjukkan kemajuan setelah dua pertandingan Piala Dunia ini, walau langkah mereka sudah terhenti.

Hasil lain di grup yang sama ikut menentukan nasib

Di saat yang sama, Kroasia dan Ghana juga memainkan laga yang ikut memengaruhi peta lolos Grup L. Hasil imbang dapat membuka jalan bagi kedua tim untuk melangkah lewat jalur peringkat kedua grup dan peringkat ketiga terbaik.

Kedua tim sama-sama mengalahkan Panama 1-0, tetapi hasil mereka di dua laga lain berbeda. Kroasia kalah 2-4 dari Inggris pada laga pembuka, sedangkan Ghana berhasil menahan Inggris tanpa gol.

Bagi Kroasia, hasil seri akan memastikan mereka finis di peringkat ketiga Grup L dengan empat poin dan selisih gol minus satu. Ghana hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket lolos sebagai peringkat kedua grup.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic tidak ingin timnya bergantung pada hasil laga di grup lain. Ia juga memiliki sedikit keuntungan karena pertandingan dimainkan setelah sembilan dari 12 grup selesai, sehingga ia sudah mendapat gambaran tentang hasil yang dibutuhkan untuk lolos.

Source: www.kompas.id
Berita Terbaru