Inster EV Menguat ke GIIAS 2026, Hyundai Siapkan 4 Mobil Baru dengan Sinyal Harga Lebih Ramah

Hyundai memberi sinyal kuat akan membawa empat model baru ke GIIAS 2026, dan salah satunya berpotensi menjadi mobil listrik paling terjangkau di lini mereka. Nama yang paling santer dikaitkan dengan slot SUV EV itu adalah Hyundai Inster.

Isyarat tersebut muncul dari pernyataan PT Hyundai Motors Indonesia atau HMID bahwa total ada 14 kendaraan yang akan ditampilkan di booth mereka pada ajang tersebut. Dari jumlah itu, empat model baru disiapkan untuk mengisi kelas SUV EV, MPV EV, MPV Hybrid, serta EV prototipe 7-seater terbaru.

Nama Inster makin sering disebut

Kategori SUV EV langsung memicu spekulasi ke Hyundai Inster karena model itu sudah lebih dulu terdaftar di Indonesia. Berdasarkan data Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, permohonan merek Inster diajukan pada 24 Januari 2024 dan diumumkan pada 7 Februari 2024.

Inster tercatat berada di kelas 12 yang mencakup kendaraan elektrik. Selain itu, salah satu tenaga penjual Hyundai sebelumnya juga sempat menyebut perusahaan tengah menyiapkan peluncuran Hyundai Inster untuk pasar Indonesia.

Kombinasi sinyal dari HMID, pendaftaran merek dagang, dan informasi dari jaringan penjualan membuat nama Inster semakin kuat dikaitkan dengan GIIAS 2026. Namun hingga kini HMID belum mengonfirmasi secara resmi bahwa model SUV EV yang dimaksud memang Inster.

Posisi global dan ukuran bodi

Di pasar global, Hyundai Inster diposisikan sebagai mobil listrik kompak di bawah Kona Electric. Di Korea Selatan, model ini dipasarkan dengan nama Casper Electric.

Karakter itu membuat Inster dipahami sebagai EV urban yang mengutamakan kepraktisan harian di perkotaan. Dimensi bodinya pun tergolong ringkas, dengan panjang 3.825 mm, lebar 1.610 mm, tinggi 1.605 mm, dan jarak sumbu roda 2.580 mm.

DataHyundai InsterKeterangan
Panjang3.825 mmMobil listrik kompak
Lebar1.610 mmFokus untuk mobilitas kota
Tinggi1.605 mmDimensi ringkas
Jarak sumbu roda2.580 mmDi bawah Kona Electric

Ukuran tersebut membedakan Inster dari SUV listrik Hyundai yang selama ini sudah lebih dikenal di Indonesia. Dengan bodi yang lebih kecil, model ini berpeluang menyasar konsumen yang membutuhkan mobil listrik mudah dikendalikan di jalan sempit dan area parkir padat.

Spesifikasi yang sudah beredar

Untuk pasar global, Hyundai membekali Inster dengan baterai 49 kWh dan motor listrik bertenaga 84,5 kW. Kombinasi itu diklaim mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 315 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Hyundai juga menyematkan paket Hyundai SmartSense pada model ini. Fitur yang disebut mencakup Blind Spot View Monitor, Surround View Monitor, dan Blind Spot Collision Avoidance Assist.

Selain tiga fitur tersebut, Inster juga dibekali berbagai teknologi bantuan berkendara lain. Paket ini menjadi nilai tambah karena biasanya menjadi perhatian penting bagi konsumen yang mempertimbangkan kendaraan listrik baru.

SpesifikasiHyundai InsterCatatan
Baterai49 kWhUntuk pasar global
Motor listrik84,5 kWKombinasi efisien untuk penggunaan harian
Jarak tempuhHingga 315 kmSekali pengisian daya
Paket bantuan berkendaraHyundai SmartSenseTermasuk Blind Spot View Monitor dan lainnya

Berpeluang jadi EV Hyundai paling terjangkau

Jika benar masuk Indonesia, Inster berpeluang menjadi model EV Hyundai yang paling terjangkau. Posisi itu masuk akal karena secara global model ini berada di bawah Kona Electric dalam struktur produk Hyundai.

Sebagai pembanding, Kona Electric yang sudah dipasarkan saat ini ditawarkan mulai Rp 499 juta OTR Jakarta. Dengan ukuran lebih kecil dan posisi produk yang lebih rendah, Inster berpotensi mengisi celah pasar yang berbeda di lini kendaraan listrik Hyundai.

Kehadiran model seperti ini juga akan memperluas pilihan konsumen Hyundai di segmen listrik. Selama ini, penawaran EV Hyundai di Indonesia lebih identik dengan model yang berdimensi lebih besar.

Di luar spekulasi soal identitas SUV EV tersebut, rencana Hyundai menyiapkan empat model baru menunjukkan strategi yang cukup agresif untuk GIIAS 2026. Kombinasi SUV EV, MPV EV, MPV Hybrid, dan prototipe EV 7-seater menandakan fokus pada elektrifikasi sekaligus perluasan pilihan bodi yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terkait