Intan Masthura masih menyimpan harapan besar agar Ratu Sofya pulang ke rumah. Dalam pesan yang penuh emosi, ia menegaskan bahwa pintu rumahnya tidak pernah tertutup untuk sang putri, meski keduanya sudah hampir dua tahun tidak bertemu.
Ibu Ratu Sofya itu bahkan meminta putrinya tidak ragu datang kapan saja. Lewat video yang dikutip dari channel Reyben Entertainment, Intan menyampaikan bahwa rumah selalu terbuka 24 jam untuk Ratu.
Di tengah jarak yang makin terasa, Intan mengaku hanya ingin kembali memeluk anaknya. Ia berharap hubungan keluarga yang sempat renggang itu bisa membaik dan komunikasi di antara mereka kembali terjalin.
Cinta seorang ibu tidak berubah
Intan juga menegaskan bahwa perasaannya kepada Ratu Sofya tidak bergantung pada keadaan. Baginya, seorang anak tetaplah anak, apa pun yang sedang terjadi dalam hidupnya.
Ia mengungkapkan bahwa kasih sayang seorang ibu tidak akan berkurang meski anaknya berada jauh. Dalam ucapannya, Intan menekankan bahwa ia tetap akan menunggu dan mencari Ratu, bahkan jika harus menyeberangi lautan.
Pernyataan itu memperlihatkan betapa kuatnya ikatan emosional yang masih dijaga Intan. Di hadapan publik, ia ingin menegaskan bahwa perannya sebagai ibu tidak berubah meski hubungan mereka sedang tidak baik.
Pesan soal ibadah dan doa
Selain meminta pulang, Intan juga menyampaikan pesan tentang salat dan mengaji. Ia mengingatkan Ratu agar tidak meninggalkan kebiasaan yang dulu diajarkan di rumah.
Intan menyebut nama Ratu selalu ia masukkan dalam setiap doa. Ia juga berharap putrinya tetap mengingat ajaran untuk salat dan membaca Al-Waqiah setiap subuh serta saat magrib.
Pesan itu menunjukkan bahwa kerinduan Intan bukan hanya soal bertemu langsung. Ia juga memikirkan kehidupan spiritual putrinya di tengah kesibukan sebagai publik figur.
Harapan pulang dalam keadaan selamat
Dalam ucapannya, Intan berharap Ratu Sofya bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia ingin putrinya pulang tanpa kekurangan fisik maupun batin.
Ia bahkan menegaskan lagi bahwa status Ratu sebagai anak tidak akan pernah hilang. Bagi Intan, apa pun yang terjadi, Ratu tetap anaknya.
Mengingat perjalanan dari Aceh
Intan kemudian mengingat perjuangan keluarga yang datang dari Aceh demi mendukung cita-cita Ratu Sofya. Ia mengatakan keluarga pernah berusaha keras mendampingi proses casting dan berbagai upaya lain untuk mewujudkan impian putrinya.
Baginya, perjalanan itu adalah bukti bahwa keluarga pernah berkorban besar untuk anak-anaknya. Karena itu, permintaan pulang yang ia sampaikan bukan hanya luapan rindu, tetapi juga pengingat atas perjuangan panjang yang pernah dijalani bersama.
Di akhir pesannya, Intan kembali memohon agar Ratu pulang ke rumah. Tangisnya menutup pesan yang sejak awal disampaikan dengan harapan, bahwa hubungan ibu dan anak itu masih bisa dipulihkan.
