Tantri Kotak Rugi Ratusan Juta, Terduga Penipuan Kini Sedang Dilacak

Author: Redaksi Android62

Tantri Syalindri, vokalis Kotak, mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah dari salah satu rekening tabungan pribadinya. Kasus dugaan penipuan itu kini telah dilaporkan ke polisi secara bersama-sama oleh sejumlah pihak yang merasa dirugikan.

Perkembangan terbaru muncul setelah orang yang dilaporkan disebut mulai mengirim pesan kepada beberapa rekan kerjanya. Jejak komunikasi tersebut sedang ditelusuri untuk mengetahui keberadaan pihak yang dilaporkan.

Tantri menyampaikan bahwa pelaporan tidak dilakukan atas namanya sendiri. Sejumlah korban mengumpulkan aduan sebelum membawa perkara tersebut ke jalur hukum.

“Update kasus tentang Poppy itu sudah di LP ya, sudah di LP, cuman memang yang meng-LP-kan adalah korban-korban,” kata Tantri. Ia menegaskan bahwa proses pelaporan telah ditempuh bersama korban lain.

Pesan kepada Rekan Kerja Jadi Petunjuk

Keberadaan Poppy Nupitasari, pihak yang dilaporkan dalam perkara ini, masih belum dapat dipastikan. Namun, Tantri menyebut adanya komunikasi terbaru memberi peluang bagi pihak yang membantu pencarian untuk menelusuri lokasi.

“Cuman kabar terakhir kemarin dia sudah berani chat beberapa rekan kerjanya. Sekarang lagi dideteksi posisinya di mana,” ujar Tantri saat ditemui di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Tantri, sejumlah orang turut memberikan dukungan dan informasi dalam upaya pencarian tersebut. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai titik lokasi maupun keberadaan orang yang dilaporkan.

Fokus para pelapor saat ini bukan hanya pada nilai kerugian yang dialami masing-masing pihak. Mereka juga menunggu proses hukum berjalan serta berharap ada pertanggungjawaban atas dugaan perbuatan tersebut.

Periode Perkembangan Perkara
2017 Sejumlah pihak disebut telah mengalami kejadian serupa, tetapi perkara belum dibawa ke jalur hukum.
21 Juli 2026 Tantri menyampaikan laporan polisi telah diajukan secara kolektif oleh para korban.

Keluhan Serupa Disebut Muncul Sejak 2017

Perkara ini, menurut Tantri, tidak hanya berkaitan dengan rekening pribadinya. Ia mengatakan dorongan untuk mengangkat persoalan itu kembali datang setelah menerima cerita dari sejumlah orang yang mengaku pernah menjadi korban.

Kepada hot.detik.com, Tantri menyebut beberapa orang menyampaikan bahwa masalah serupa sudah terjadi sejak 2017. Saat itu, perkara tersebut belum diteruskan ke proses hukum karena alasan dan kondisi tertentu.

Tantri menilai keluhan yang kembali disampaikan perlu ditangani agar tidak ada pihak lain yang mengalami kerugian serupa. Pelaporan bersama dipandang sebagai langkah untuk merespons kekhawatiran para korban lama maupun mencegah munculnya korban baru.

“Mereka minta tolong saya untuk up lagi karena yang dikhawatirkan ke depannya dia akan melakukan hal yang sama,” kata Tantri. Ia menyatakan tidak ingin ada lagi pihak yang dirugikan dalam kasus dugaan penipuan tersebut.

Dengan laporan kolektif yang telah diajukan, para korban kini menanti tindak lanjut dari proses hukum. Sementara itu, informasi mengenai pesan yang dikirim kepada rekan kerja masih menjadi salah satu petunjuk dalam pencarian pihak yang dilaporkan.

Source: hot.detik.com
Berita Terbaru