Intel kini mulai masuk ke wilayah yang selama ini sangat erat dengan TSMC, yakni produksi chip untuk Apple. Langkah ini langsung menarik perhatian karena menyentuh inti rantai pasok Apple yang selama ini dikenal sangat stabil dan sangat bergantung pada satu nama besar.
Pengujian yang beredar masih berada di tahap awal dan belum mengarah ke produksi massal. Namun, fakta bahwa Intel sudah ikut diuji untuk pekerjaan fabrikasi Apple saja sudah cukup untuk memunculkan tanda tanya besar soal arah strategi pasokan chip ke depan.
Intel diuji sebagai pabrik, bukan perancang chip
Dalam skema yang disebut sedang berjalan, Intel tidak kembali berperan sebagai pembuat desain prosesor seperti pada era Mac lama. Peran Intel disebut hanya sebagai produsen atau fabrikator, sementara desain chip tetap berada di tangan Apple.
Produksi itu juga dikabarkan dilakukan di fasilitas Intel di Amerika Serikat. Apple bahkan disebut tengah menguji teknologi manufaktur Intel 18A, salah satu proses fabrikasi terbaru yang dipromosikan Intel untuk bersaing dengan kemampuan produksi TSMC dan Samsung.
Informasi awal mengenai pengujian ini diungkap oleh Ming-Chi Kuo. Analis rantai pasok itu menyebut prosesnya masih sangat awal, sehingga belum ada tanda bahwa Apple akan segera memindahkan produksi dalam skala besar.
Jenis chip yang masuk radar masih belum dipastikan
Sampai sekarang, belum ada rincian chip seri apa yang sedang diuji bersama Intel. Dua kemungkinan yang paling sering dibicarakan tetap mengarah pada chip A Series untuk iPhone dan iPad, atau seri M untuk Mac.
Keterlibatan Intel di titik ini terasa menarik karena perusahaan tersebut pernah menjadi mitra utama Apple, terutama untuk jajaran Mac. Hubungan itu berakhir ketika Apple beralih ke Apple Silicon berbasis ARM pada 2020.
Peralihan tersebut menjadi titik balik besar bagi Mac. Apple meninggalkan prosesor Intel dan mulai memakai chip buatannya sendiri seperti M1, M2, dan M3 yang dikenal lebih efisien dalam penggunaan daya sekaligus menawarkan performa lebih tinggi.
TSMC masih belum tergeser
Meski Intel mulai masuk radar, TSMC belum benar-benar kehilangan posisinya. Dalam beberapa tahun ke depan, TSMC masih diperkirakan menjadi pemasok utama Apple, bahkan disebut masih menyuplai lebih dari 90 persen kebutuhan chip Apple secara global.
Karena itu, keterlibatan Intel lebih tepat dipahami sebagai langkah diversifikasi rantai pasok. Apple tampaknya ingin menambah opsi produksi agar tidak terlalu bergantung pada satu pemasok saja.
Pendekatan seperti ini penting untuk mengurangi risiko gangguan pasokan. Langkah tersebut juga relevan setelah industri teknologi global sempat mengalami krisis chip dalam beberapa tahun terakhir.
Ada nilai strategis di balik pengujian ini
Bagi Apple, memindahkan sebagian produksi ke Amerika Serikat memberi nilai strategis tambahan. Pemerintah AS saat ini mendorong perusahaan teknologi untuk memperbesar produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pada manufaktur Asia.
Intel termasuk perusahaan yang aktif mengikuti dorongan itu. Perusahaan ini terus memperluas fasilitas produksi chip di Amerika untuk menarik lebih banyak klien besar, termasuk Apple.
Jika kerja sama tersebut berkembang, Intel berpeluang mendapat momentum penting untuk kembali bersaing di industri semikonduktor global. Dalam beberapa tahun terakhir, Intel memang dinilai tertinggal dari TSMC dalam hal teknologi fabrikasi chip.
Apple tetap diperkirakan bergerak hati-hati
Sejumlah analis menilai Apple tidak akan terburu-buru memberi porsi produksi besar kepada Intel. Kualitas produksi dan efisiensi manufaktur tetap menjadi pertimbangan utama karena keduanya sangat menentukan performa perangkat Apple di pasar global.
Apple juga punya kebiasaan sangat selektif saat memilih mitra produksi. Perusahaan asal Cupertino itu biasanya menjalankan pengujian panjang sebelum mengambil keputusan besar dalam rantai pasoknya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Apple maupun Intel mengenai kabar tersebut. Meski begitu, rumor ini sudah cukup untuk memicu spekulasi bahwa strategi produksi Apple bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan.
Di saat kebutuhan chip untuk perangkat berbasis kecerdasan buatan terus meningkat setiap tahun, setiap langkah Apple dalam urusan pasokan chip akan terus diawasi. Jika Intel mampu memenuhi standar tinggi Apple, persaingan di industri semikonduktor berpotensi makin panas.
