Intel menyiapkan SoC bernama Starfire agar satelit dan wahana antariksa dapat memproses kecerdasan buatan langsung di orbit. Kemampuan ini memungkinkan perangkat menyaring data dan menentukan informasi penting tanpa selalu menunggu pengiriman ke pusat komputasi di Bumi.
Pendekatan tersebut menjadi penting ketika misi menghadapi jeda komunikasi serta data berukuran besar dari berbagai instrumen. Pemrosesan lokal dapat membantu wahana memilih data yang perlu diteruskan, sekaligus menjalankan tugas AI secara waktu nyata.
Dirancang untuk Lingkungan yang Sangat Keras
Starfire tidak hanya mengejar kemampuan komputasi, tetapi juga ketahanan saat berada jauh dari Bumi. Chip ini dirancang bekerja pada suhu junction dari minus 55 derajat Celsius hingga 125 derajat Celsius.
Dokumentasi Intel mencatat kualifikasi penguatan terhadap radiasi untuk total ionizing dose, single-event latch-up, dan single-event effects. Pengujian ini penting karena radiasi pengion dapat mengubah bit pada memori atau rangkaian logika, yang berisiko mengganggu data dan sistem wahana.
Paparan radiasi dalam waktu panjang juga dapat memengaruhi usia pakai perangkat keras di orbit. Karena itu, komponen untuk misi antariksa harus memenuhi pengujian ketat sebelum digunakan.
Dua Pilihan Daya untuk Misi Berbeda
Intel akan menawarkan Starfire dalam varian hemat daya 10W dan varian performa 35W. Sampel chip tersebut ditargetkan dikirim pada kuartal ketiga tahun ini.
Kedua model memakai CPU delapan inti dengan proses Intel 18A. Susunannya terdiri atas empat performance core atau P-core dan empat efficiency core atau E-core.
| Konfigurasi | TDP | Kecepatan P-core | Kecepatan E-core |
|---|---|---|---|
| Hemat daya | 10W | 1,0 GHz | 850 MHz |
| Performa | 35W | 3,1 GHz | 2,1 GHz |
Model 10W ditujukan bagi sistem yang harus menekan penggunaan energi serendah mungkin. Sementara itu, model 35W menyasar wahana dengan ketersediaan daya lebih besar untuk menangani beban komputasi yang lebih cepat.
NPU Menjadi Pusat Pemrosesan AI
Bagian utama Starfire adalah neural processing unit atau NPU khusus yang menangani pekerjaan AI di dalam wahana. Varian 10W menawarkan kemampuan hingga 45 TOPS INT8, sedangkan versi 35W dapat mencapai 75 TOPS INT8.
| Komponen | Varian 10W | Varian 35W |
|---|---|---|
| NPU | Hingga 45 TOPS INT8 | Hingga 75 TOPS INT8 |
| GPU | 800 MHz hingga 1,0 GHz | Hingga 2,0 GHz |
| CPU | 8 inti | 8 inti |
Dengan NPU, data instrumen dapat dianalisis dekat dengan sumbernya sebelum dipilih untuk dikirim ke Bumi. Skema ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada jalur komunikasi ketika wahana perlu merespons kondisi secara cepat.
Untuk kebutuhan grafis dan komputasi paralel, kedua varian membawa graphics tile berbasis proses Intel 3. GPU tersebut memiliki empat core Xe dengan total 64 Execution Units atau EU.
GPU pada model hemat daya bekerja pada rentang 800 MHz hingga 1,0 GHz. Varian performa menaikkan kecepatannya sampai 2,0 GHz untuk memberi ruang bagi pekerjaan grafis dan komputasi yang lebih berat.
Kombinasi CPU Intel 18A, GPU Intel 3, dan NPU dalam satu SoC menempatkan Starfire sebagai opsi bagi kebutuhan AI satelit. Rancangannya menyesuaikan batas ketat ukuran, bobot, dan daya yang menjadi pertimbangan utama dalam sistem antariksa.







