Interior Luce Nyaris Tanpa Plastik, Ferrari Pakai Kaca Dan Aluminium Untuk EV Pertama Mereka

Author: Redaksi Android62

Ferrari memilih pendekatan yang tidak biasa saat menyiapkan Luce, mobil listrik pertamanya. Untuk proyek ini, pabrikan asal Italia itu menggandeng LoveFrom, studio desain milik Sir Jony Ive dan Marc Newson, sehingga Luce menjadi Ferrari pertama dalam lebih dari satu dekade yang eksterior dan interiornya digarap pihak luar dari Centro Stile Ferrari.

Keputusan itu bukan sekadar soal nama besar. Ferrari ingin menghadirkan sudut pandang baru dalam pengembangan kendaraan listrik, sekaligus menantang anggapan desain yang selama ini dianggap umum. Benedetto Vigna menilai bekerja dengan orang dan tempat yang sama terus-menerus bisa membuat pandangan menyempit, sementara LoveFrom dinilai membawa bahasa desain teknologi dan industri yang berbeda.

Meski desainnya melibatkan pihak luar, kendali pengembangan tetap berada di bawah pengawasan Kepala Desain Ferrari, Flavio Manzoni. Dengan begitu, arah estetika dan karakter Ferrari tetap dijaga, terutama karena mobil ini tetap menempatkan desain dan aerodinamika sebagai prioritas utama.

Dari Maranello ke San Francisco

Kerja sama Ferrari dan LoveFrom dimulai saat tim LoveFrom datang ke Maranello untuk mempelajari arah teknis Luce. Setelah pertemuan awal itu, mereka kembali ke San Francisco dan bekerja secara mandiri selama sekitar enam bulan tanpa kontak dengan Ferrari.

Menurut insinyur performa aerodinamika Ferrari, Marco Milanetti, tim LoveFrom banyak bertanya dan mendiskusikan setiap pilihan yang sudah dibuat. Setelah tahap itu, mereka kembali dengan riset dan inspirasi dalam bentuk sejumlah buku konsep, termasuk sekitar 20 hingga 25 sketsa eksterior yang digambar manual.

Sejak Februari 2022, kedua pihak kemudian bekerja bersama secara intensif untuk menyempurnakan desain mobil. Pada fase ini, visi desain dari LoveFrom mulai diterjemahkan ke detail yang lebih dekat dengan produksi.

Kabin yang hampir lepas dari pola lama

Interior Luce menjadi salah satu bagian yang paling menunjukkan pengaruh LoveFrom. Ferrari menyebut hampir semua elemen kabin dirancang baru, sementara material yang paling dominan di area yang sering disentuh penumpang adalah kaca dan aluminium anodisasi.

Salvatore Soscia, Manajer Desain Infotainment Ferrari, mengatakan penggunaan plastik di dalam kabin nyaris dihilangkan. Hal itu selaras dengan bahasa desain Jony Ive dan Marc Newson yang memang tidak bergantung pada material tersebut.

Salah satu elemen paling rumit ada pada panel instrumen yang dibuat sebagai unit mandiri. Komponen itu terdiri atas tiga dial dengan bezel aluminium, lensa kaca presisi, dan rumah aluminium anodisasi.

Panel kiri menampilkan tenaga dan pengereman regeneratif. Panel tengah menunjukkan kecepatan dan kapasitas baterai lewat jarum mekanis dan tampilan digital, sedangkan panel kanan dapat menampilkan hingga tujuh informasi kendaraan yang dipilih lewat sakelar mekanis di balik kemudi.

Fokus pada sentuhan fisik

Ferrari mengembangkan seluruh sistem layar Luce bersama Samsung. Panel instrumen dipasang langsung pada kolom kemudi, sehingga ikut bergerak saat posisi kemudi diatur dan visibilitas tetap konsisten bagi pengemudi.

Di kabin, Ferrari juga banyak memakai Corning Gorilla Glass. Material ini disebut sebagai yang pertama dipakai pada kendaraan produksi massal, dengan alasan daya tahan dan ketahanan terhadap goresan.

Bukan hanya layar yang memakai material tersebut. Tuas transmisi, tombol pada roda kemudi, dan kenop volume juga memadukan kaca dan aluminium. Ferrari dan LoveFrom bahkan bekerja langsung dengan Corning untuk menyesuaikan solusi teknis bagi tiap bagian interior.

Setiap kontrol berbahan kaca dibuat memiliki karakter sentuhan berbeda. Tujuannya agar pengemudi bisa mengenali fungsi tombol tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan.

Ferrari juga menaruh perhatian pada beban kognitif saat pengemudi berinteraksi dengan layar sentuh. Karena itu, tombol fisik tetap dipertahankan dan ketergantungan pada layar sentuh dikurangi di Luce.

Pengalaman yang berbeda saat mobil dihidupkan

Di bagian tengah kabin terdapat layar multifungsi bernama Multigraph yang memadukan elemen mekanis dan digital. Sistem ini bisa berfungsi sebagai jam, kompas, stopwatch 60 detik, dan saat mode peluncuran diaktifkan, tampilannya otomatis berubah menjadi hitung mundur lima detik.

Karena Luce tidak memakai mesin bensin, Ferrari juga merancang pengalaman menyalakan mobil yang berbeda. Kuncinya dibuat dari Gorilla Glass dan menggunakan layar E-Ink, yang diklaim sebagai yang pertama digunakan pada mobil produksi.

Teknologi itu hanya mengonsumsi energi saat tampilan warna berubah. Ketika kunci dimasukkan, cahaya kuning khas Ferrari mengalir dari kunci ke konsol tengah dan menerangi tuas transmisi, lalu proses menyalakan mobil dibuat bertahap agar terasa lebih emosional.

Bagi pelanggan yang menginginkan tampilan lebih sporty, Ferrari menyediakan opsi personalisasi berbahan serat karbon melalui konfigurator Luce. Opsi ini melengkapi pendekatan desain yang sejak awal diarahkan untuk memberi pengalaman baru tanpa meninggalkan identitas Ferrari.

Source: voi.id
Berita Terbaru