Realisasi investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan daya dorong yang kuat bagi ekonomi daerah. Pada triwulan I 2026, nilainya mencapai Rp23,02 triliun dan serapan tenaganya menyentuh 92 ribu orang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai capaian itu menjadi bukti bahwa investasi tidak hanya menambah angka ekonomi, tetapi juga membuka ruang kerja bagi masyarakat. Sepanjang 2025, investasi di Jawa Tengah bahkan disebut mencapai Rp110 triliun.
Dorongan agar investasi terus bergerak menguat disampaikan Luthfi saat membuka Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande 2026 di Ballroom Po Hotel Semarang, Senin 11 Mei 2026. Di hadapan 35 bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, ia meminta kabupaten dan kota tidak pasif dalam membangun iklim usaha.
Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak bisa berjalan sendiri. Menurut dia, penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari bawah, sehingga setiap wilayah perlu menyusun strategi agar investor melihat Jawa Tengah sebagai tempat yang siap tumbuh.
Daerah diminta ikut membuka ruang investasi
Pesan utama Luthfi adalah perlunya peran aktif pemerintah kabupaten dan kota dalam menarik minat investor. Ia mendorong daerah bergerak dengan cara masing-masing karena potensi Jawa Tengah dinilai besar untuk tumbuh melalui kerja sama lintas wilayah.
Dalam pandangannya, posisi Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional akan ikut menguat jika daerah-daerah di dalamnya ikut bertumbuh. Karena itu, CJIBF dan UMKM Grande dipandang sebagai ruang penting untuk memperluas kerja sama ekonomi.
Forum tersebut juga menjadi tempat bertemunya pemerintah dan pelaku usaha dalam satu wadah. Luthfi menilai ruang dialog seperti ini diperlukan agar penguatan ekonomi daerah tidak berjalan lambat.
Ekonomi Jateng tumbuh di atas rata-rata nasional
Selain capaian investasi, Jawa Tengah juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada triwulan I 2026. Angkanya mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di 5,61 persen.
Bagi Luthfi, angka itu menunjukkan bahwa arus investasi punya hubungan langsung dengan laju ekonomi daerah. Semakin banyak modal yang masuk, semakin besar pula peluang ekonomi masyarakat bergerak.
Ia juga menempatkan CJIBF sebagai forum strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor. Dengan pertemuan yang lebih terarah, koordinasi antar pihak disebut bisa berjalan lebih selaras.
Kawasan baru disiapkan untuk menjaga arus investasi
Untuk mempertahankan tren investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sekitar 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Langkah ini disusun sebagai bagian dari collaborative government antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Luthfi meminta arahan dari pemerintah pusat agar pengembangan kawasan tersebut dapat berjalan cepat. Ia menilai dukungan dari berbagai level pemerintahan menjadi kunci agar investasi benar-benar tumbuh di daerah.
Dengan arah itu, CJIBF 2026 tidak hanya diposisikan sebagai agenda seremonial. Bagi Jawa Tengah, forum ini dibaca sebagai pintu untuk membuka peta baru pertumbuhan ekonomi, dengan daerah, investor, dan pemerintah bergerak dalam arah yang sama.
Source: radartegal.disway.id






