iPhone 18 standar disebut berpeluang mendapat 12GB RAM, tetapi peningkatan itu bisa datang bersama kompromi di sisi layar. Bocoran yang beredar menyebut Apple mempertimbangkan panel OLED M12+ untuk model dasar, bukan panel M14 yang disebut dipakai pada jajaran iPhone 17.
Jika informasi ini akurat, Apple tampaknya sedang menggeser prioritas perangkat kerasnya. Fokus utamanya bukan lagi mempertahankan panel layar tertinggi di model dasar, melainkan menambah memori untuk mendukung kebutuhan AI di perangkat yang makin besar.
Memori jadi senjata utama untuk Apple Intelligence
Tambahan RAM 12GB dinilai penting untuk menjalankan fitur AI yang lebih berat. Kapasitas memori yang lebih besar juga dapat membantu multitasking dan memberi ruang lebih luas bagi pembaruan perangkat lunak berbasis Apple Intelligence.
Informasi ini disampaikan oleh tipster Schrödinger melalui akun @phonefuturist di X. Ia menyebut iPhone 18 standar bisa menyamai model premium Apple dalam hal kapasitas memori, sesuatu yang akan memberi ruang lebih besar untuk komputasi AI di perangkat.
Dalam skenario yang dibocorkan, Apple tampak dihadapkan pada dua pilihan utama untuk model dasar. Pilihannya adalah tetap memakai 8GB RAM dengan layar M14, atau beralih ke 12GB RAM dengan panel OLED M12+.
Panel layar menjadi titik kompromi
Penggunaan panel M12+ memunculkan kekhawatiran bahwa kualitas layar model dasar bisa berada di bawah generasi sebelumnya. Meski begitu, laporan yang beredar menyebut Apple tetap ingin menjaga pengalaman visual tetap berkualitas sambil menekan biaya komponen.
Artinya, penurunan kelas yang dibahas bukan berarti layar iPhone 18 akan buruk. Isunya lebih pada posisi panel tersebut yang disebut berada di bawah teknologi layar yang dipakai pada seri iPhone 17.
Bocoran lain juga menggambarkan pemisahan panel yang lebih tegas di lini iPhone berikutnya. iPhone Air 2 dan iPhone Ultra disebut akan memakai panel M14, sedangkan iPhone 18 Pro disebut menggunakan panel M16.
Pola itu menunjukkan bahwa model dasar kemungkinan diarahkan untuk unggul di memori, sementara varian yang lebih mahal tetap memegang keunggulan pada sisi layar. Dengan cara itu, Apple bisa menjaga diferensiasi antarmodel tanpa mengorbankan seluruh lini secara seragam.
Bukan hanya iPhone 18 standar yang berubah
Perubahan strategi ini tidak berhenti pada model dasar. Sumber yang sama juga mengklaim Apple sedang membahas harga awal 1,299 dolar AS untuk iPhone 18 Pro Max.
Jika angka itu benar, perangkat tersebut akan menjadi iPhone arus utama termahal yang pernah dirilis Apple. Kenaikan harga itu disebut dapat membantu menutup biaya komponen yang semakin tinggi, sekaligus membuka ruang bagi perangkat keras yang lebih canggih di seluruh lini.
Konteks tersebut membuat arah pengembangan iPhone 18 semakin jelas. Apple tampaknya melihat AI di perangkat sebagai area yang sangat menentukan, sehingga memori menjadi komponen inti, bukan sekadar angka tambahan di lembar spesifikasi.
Sejauh ini, seluruh informasi tersebut masih berupa bocoran dan belum dikonfirmasi secara resmi. Namun arah yang muncul cukup tegas: iPhone 18 berpotensi menjadikan kesiapan AI sebagai prioritas utama, meski model standarnya harus menerima kompromi pada panel layar.
