Investor Ritel Kini Dapat Alat Baca Pasar Lebih Canggih, IPOT Luncurkan AI Trading Pertama di Indonesia

IPOT meluncurkan IPOT AI Trading yang disebut sebagai fitur AI Trading pertama di Indonesia. Melalui fitur ini, investor ritel mendapat akses ke analisis berbasis data yang selama ini lebih identik dengan pelaku pasar institusi.

Langkah tersebut muncul di tengah pasar modal yang menghasilkan data dalam jumlah sangat besar setiap detik. Pergerakan harga saham secara tick-by-tick, antrean order atau order book, arus dana asing, aktivitas broker, laporan keuangan emiten, hingga indikator teknikal kini bisa dibaca dalam satu sistem analisis yang lebih terukur.

Fokus utama pada pengambilan keputusan

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, AI dalam investasi seharusnya tidak berhenti pada fungsi menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Menurut dia, nilai terbesar AI ada pada kemampuannya mengolah data dalam skala besar untuk menghasilkan insight yang lebih presisi dan mendukung keputusan investasi.

Pandangan itu menjadi dasar pengembangan IPOT AI Trading. Perusahaan menempatkan AI bukan sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai mesin analisis yang membantu investor membaca kondisi pasar secara lebih objektif.

Tiga komponen inti di balik sistem analisis

IPOT menjelaskan bahwa AI Trading mereka dibangun dengan tiga komponen utama. Ketiganya dirancang untuk mengintegrasikan data pasar, membaca data baru secara terus-menerus, dan menempatkan hasil analisis di pusat pengambilan keputusan berbasis data.

KomponenFungsiManfaat bagi Investor
AI Big DataMengintegrasikan dan memproses jutaan variabel pasar secara real timeMembantu membaca data pasar yang sangat luas
AI InferencingMenganalisis data baru secara terus-menerusMendeteksi momentum, anomali, dan pola transaksi
AI-Powered Decision EngineMenjadi pusat analisis berbasis dataMenilai dinamika pasar secara berkelanjutan

Dengan kombinasi itu, IPOT menargetkan analisis yang lebih objektif dibanding pendekatan yang hanya mengandalkan interpretasi manual. Sistem ini juga memanfaatkan data transaksi saham, data fundamental perusahaan, dan analisis broker untuk memperkuat keputusan investasi.

Lima fitur yang langsung hadir di aplikasi

Kemampuan AI tersebut kemudian dihadirkan dalam lima fitur utama di dalam aplikasi. Masing-masing fitur dirancang untuk menangkap aspek pasar yang berbeda, mulai dari kondisi saham, arus transaksi, hingga kesehatan keuangan emiten.

FiturFokus AnalisisPeran Utama
AI AnalyticsFundamental, volatilitas, indikator teknikalMembantu membaca kondisi saham
AI Trade FlowVolume transaksi, akumulasi saham, aktivitas brokerMenilai kualitas pergerakan harga
AI NotificationPerubahan pada instrumen yang dipantauMemberi peringatan cepat ke investor
AI FinancialKesehatan keuangan dan proyeksi emitenMemberi gambaran kinerja perusahaan
AI Real-Time IndicatorsIndikator pasar yang diperbarui dinamisMenjaga pembacaan pasar tetap aktual

Dua fitur yang menonjol adalah AI Trade Flow dan AI Financial. Fitur pertama dipakai untuk membaca distribusi volume transaksi, pola akumulasi saham, aktivitas broker, dan dinamika aliran transaksi, sedangkan fitur kedua memberi gambaran kesehatan keuangan emiten dan proyeksi kinerjanya.

Riset analis dan pengamanan akun ikut dilibatkan

Hasil analisis AI tidak berdiri sendiri. IPOT memadukannya dengan riset tim analis perusahaan agar investor memperoleh konteks ekonomi yang lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan.

Di sisi keamanan, perusahaan menyebut menerapkan arsitektur keamanan siber berlapis untuk membantu melindungi akun investor dari ancaman seperti phishing. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengembangan AI Trading tidak hanya berfokus pada akurasi analisis, tetapi juga pada perlindungan pengguna.

Dibangun dari platform besar dengan data yang luas

IPOT menyebut teknologi ini dibangun di atas platform investasi dengan dana kelolaan sekitar Rp 312 triliun. Volume data transaksi dari platform tersebut juga dipakai untuk melatih model AI agar lebih mampu mengenali pola pasar.

Platform itu sendiri telah terintegrasi dengan layanan investasi saham, reksa dana, dan obligasi dalam satu aplikasi. Dalam pernyataannya yang dikutip money.kompas.com, Moleonoto menegaskan bahwa arah pengembangan investasi ke depan bukan sekadar menambah fitur AI, melainkan menghadirkan infrastruktur yang bisa mengubah data menjadi keputusan finansial yang nyata.

Ia juga menyebut makna sesungguhnya dari bringing AI-based trading to the mass market adalah menghadirkan teknologi AI yang sebelumnya eksklusif menjadi lebih inklusif, lebih mudah diakses, dan lebih bermanfaat bagi jutaan investor Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, investor ritel kini memiliki akses ke alat analisis yang sebelumnya lebih banyak tersedia bagi institusi, hedge fund, dan investor profesional.

Source: money.kompas.com
Berita Terkait