Iran dan Gaza Sama-sama Bergeser, Hormuz Ditutup, Hamas Lepas Kendali Sipil

Selat Hormuz kembali ditutup sementara oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC sampai pemberitahuan lebih lanjut. Langkah itu segera memicu perhatian internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi pelayaran dan energi dunia.

IRGC menegaskan bahwa campur tangan asing dan upaya menetapkan “jalur ilegal” melalui selat itu akan ditanggapi dengan tegas. Korps itu juga memperingatkan bahwa setiap agresi Amerika Serikat akibat penutupan ini akan dibalas dengan keras.

Gaza Masuki Tahap Baru

Di Jalur Gaza, Hamas mengumumkan pembubaran badan yang selama hampir dua dekade mengelola pemerintahan di wilayah tersebut. Keputusan yang diumumkan pada Senin (6/7/2026) itu membuka jalan bagi komite teknokrat untuk mengambil alih administrasi sipil.

Hamas telah memimpin pemerintahan Gaza sejak merebut kendali dari faksi Palestina Fatah pada 2007, setelah menang dalam pemilu legislatif setahun sebelumnya. Langkah terbaru ini menandai perubahan penting dalam struktur administrasi sipil, meski dampak politik lanjutannya masih belum pasti.

Pemakaman Ali Khamenei di Mashhad

Di Iran, Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan di kompleks suci Imam Reza di Mashhad setelah sepekan prosesi pemakaman yang dihadiri lautan pelayat di Iran maupun Irak. Prosesi itu berlangsung di tengah situasi yang masih panas, ketika Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan setelah gencatan senjata sempat berlaku.

Putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, juga menjadi perhatian karena belum terlihat di hadapan publik sejak perang dimulai. Kompas.com mencatat rangkaian prosesi ini sebagai salah satu peristiwa paling menonjol dalam kabar dunia sepekan terakhir.

Sorotan Lain dari Panggung Dunia

Di sela kabar utama dari Timur Tengah, perhatian publik juga sempat tertuju pada blunder Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara di KTT NATO di Ankara, Turkiye. Dalam pernyataannya kepada media pada Rabu (8/7/2026), Trump keliru menyebut “Republik Islam Jepang” ketika membahas serangan rudal yang dikaitkan dengan Iran terhadap kapal induk AS.

Dilansir Turkiye Today, kekeliruan itu terjadi saat Trump memuji kapal induk USS Abraham Lincoln sebagai salah satu kapal terbesar dan tercantik milik Angkatan Laut AS. Pada saat yang sama, kontroversi lain muncul dari dunia olahraga ketika FIFA mencabut skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia.

Keputusan FIFA dan Larangan Daun Kelor

Langkah FIFA tersebut menuai kecaman dari UEFA, Federasi Sepak Bola Jerman, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga sejumlah tokoh sepak bola. Balogun sebelumnya dijatuhi kartu merah saat AS mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar, sehingga keputusan pencabutan skorsing dianggap berpotensi mengganggu integritas kompetisi.

Masih dari isu internasional, Moringa oleifera atau daun kelor tidak dapat dijual sebagai makanan atau bahan makanan di Australia setelah dianggap tidak aman dikonsumsi manusia. Keputusan yang diberlakukan pada November 2025 oleh Badan Standar Pangan Australia Selandia Baru atau FSANZ itu kini ingin diubah oleh petani kelor di Australia, yang masih bingung apakah hasil panen mereka bisa dipasarkan saat musim panen tiba.

Source: www.kompas.com
Berita Terkait