Iran meningkatkan kewaspadaan saat rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei disiapkan di sejumlah kota. Komandan Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, memperingatkan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka agar tidak memicu ancaman baru di tengah situasi yang sensitif ini.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, Abdollahi menegaskan bahwa Teheran akan merespons secara keras setiap ancaman atau agresi terhadap wilayah dan kepentingannya. Ia juga meminta pihak luar menghindari langkah yang dapat memicu salah kalkulasi.
Peringatan keras untuk Washington dan Tel Aviv
Abdollahi menyebut musuh-musuh Iran harus menahan diri dari “kesalahan perhitungan” dalam bentuk apa pun. Ia menekankan bahwa negara-negara tersebut perlu mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan yang diarahkan ke Iran.
Pernyataan itu menempatkan Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang paling disorot oleh Teheran. Iran menilai setiap gerakan militer di kawasan, termasuk yang melibatkan sekutu kedua negara itu, dapat memperburuk keamanan regional.
Selat Hormuz menjadi titik sensitif
Abdollahi juga menyinggung Selat Hormuz, jalur strategis yang kerap menjadi pusat ketegangan di kawasan. Ia mengatakan Iran akan bereaksi cepat dan tegas jika Amerika Serikat mencoba mencampuri situasi di wilayah tersebut.
Menurut dia, kehadiran pesawat militer dan drone Amerika Serikat di ruang udara Selat Hormuz justru menambah tekanan. Ia menilai kondisi itu berpotensi mengancam keamanan kawasan secara lebih luas.
Jadwal prosesi penghormatan dan pemakaman
| Agenda | Lokasi | Tanggal |
|---|---|---|
| Upacara kenegaraan | Teheran | 3 Juli |
| Penghormatan terakhir | Teheran | 4–6 Juli |
| Rangkaian penghormatan | Qom | 7 Juli |
| Rangkaian penghormatan | Najaf dan Karbala, Irak | 8 Juli |
| Pemakaman | Mashhad | 9 Juli |
Prosesi di Teheran akan digelar pada 4–6 Juli, lalu berlanjut ke Qom pada 7 Juli serta ke Najaf dan Karbala di Irak pada 8 Juli. Pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung di Mashhad, kampung halamannya di timur laut Iran, pada 9 Juli.
Pergantian kepemimpinan di Iran
Khamenei disebut tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Setelah itu, Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Sejak penunjukan tersebut, Mojtaba belum pernah tampil di depan publik. Namun, ia beberapa kali menyampaikan pernyataan kepada rakyat Iran melalui media resmi pemerintah, sementara perhatian keamanan kini terpusat pada jalannya seluruh rangkaian pemakaman dan kemungkinan respons dari pihak luar.
Source: www.viva.co.id






