Aksi bakar diri di depan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, memicu penyelidikan polisi setempat setelah seorang pria dilaporkan membawa simbol politik Tibet ke lokasi kejadian. Peristiwa itu terjadi di dekat persimpangan East 43rd Street dan First Avenue pada Kamis malam waktu setempat.
Rekaman video yang beredar dan laporan media lokal menyebut insiden berlangsung sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Petugas keamanan PBB bergerak cepat mengevakuasi korban setelah api menyala di tubuh pria tersebut.
Langkah awal di trotoar sebelum api menyala
Berdasarkan rekaman kamera pengawas milik PBB, pria itu lebih dulu menancapkan bendera pemerintahan Tibet dalam pengasingan di trotoar dekat lokasi. Setelah itu, ia menyulut api ke tubuhnya sendiri di area yang tidak jauh dari pusat aktivitas diplomatik dunia.
Petugas keamanan PBB kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Bellevue. Hingga laporan itu disusun, pria tersebut dilaporkan dalam kondisi kritis setelah mendapat penanganan darurat.
Selebaran berisi tuntutan politik ditemukan polisi
Polisi New York juga menemukan sejumlah selebaran di sekitar lokasi kejadian. Salah satu isi selebaran itu meminta agar “Tiongkok keluar dari Tibet”, yang memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut terkait langsung dengan isu politik Tibet.
Aparat kini mengamankan area dan menelusuri identitas pelaku serta motif di balik aksinya. Penempatan bendera di lokasi ikut menarik perhatian karena berkaitan dengan simbol perlawanan historis Tibet.
Latar sengketa Tibet dan Tiongkok
Bendera yang ditancapkan pelaku diidentifikasi sebagai simbol perlawanan yang merujuk pada pemberontakan tahun 1959 yang gagal melawan pemerintah Tiongkok. Setelah peristiwa itu, pemerintahan Tibet dalam pengasingan resmi didirikan di wilayah India Utara.
Sengketa Tibet dan Tiongkok masih menjadi salah satu isu geopolitik paling sensitif di Asia. Wilayah Tibet berada di bawah kendali penuh Beijing sejak 1951, sementara otoritas Tiongkok menyebut pengambilalihan itu sebagai “pembebasan damai”.
Beijing tidak mengakui pemerintahan Tibet dalam pengasingan dan menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian integral China sejak abad ke-13. Di sisi lain, Dalai Lama terus menyatakan bahwa Tibet merupakan negara berdaulat dan merdeka sebelum Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok masuk ke wilayah tersebut.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Lokasi | Depan Markas Besar PBB, dekat East 43rd Street dan First Avenue, New York |
| Waktu kejadian | Kamis malam, sekitar pukul 19.00 waktu setempat |
| Kondisi korban | Kritis setelah dibawa ke Rumah Sakit Bellevue |
| Temuan polisi | Selebaran dengan tuntutan “Tiongkok keluar dari Tibet” |
Polisi New York masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan identitas pria itu dan mengurai motif lengkap di balik aksi ekstrem tersebut. Sementara itu, insiden ini kembali menyorot ketegangan panjang antara Tibet dan Tiongkok yang kerap memunculkan simbol perlawanan di ruang publik internasional.
Source: mediaindonesia.com






