Iran menyatakan menangguhkan seluruh komitmennya dalam memorandum perdamaian dengan Amerika Serikat setelah menuding Washington telah menghentikan kewajibannya. Keputusan itu menambah tekanan pada jalur diplomasi ketika saling serang kedua negara belum berhenti.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan AS telah melanggar semua komitmen dalam kerangka Memorandum Islamabad. Pernyataan tersebut diberitakan Fars dan dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.
Iran Menolak Menjalankan Komitmen
Menurut Gharibabadi, penangguhan dari Teheran merupakan respons atas langkah yang dinilai telah lebih dahulu dilakukan oleh AS. Iran, kata dia, tidak akan melaksanakan kewajiban yang sebelumnya tercantum dalam kesepakatan.
“AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad,” kata Gharibabadi. Ia menegaskan Iran tengah memusatkan perhatian pada upaya mempertahankan negaranya di tengah konflik yang berlangsung.
Gharibabadi juga menyampaikan bahwa keadaan perang menjadi alasan Iran tidak menjalankan komitmen tersebut. “Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami,” ujarnya.
Jalur Damai Berhadapan dengan Eskalasi
Memorandum Islamabad sejatinya ditandatangani pada Juni 2026 melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat itu dirancang untuk mengakhiri perang serta membuka jalan menuju perdamaian permanen.
Namun, keberadaan kerangka perdamaian belum menghentikan peningkatan ketegangan di Timur Tengah. Konflik tetap berkembang seiring Iran dan AS dilaporkan masih melakukan saling serang.
| Waktu | Peristiwa | Keterangan |
|---|---|---|
| Juni 2026 | Memorandum ditandatangani | Iran dan AS menyepakati kerangka damai melalui mediasi Pakistan. |
| 19 Juli 2026 | Iran menangguhkan komitmen | Teheran menuding AS melanggar kewajiban dalam Memorandum Islamabad. |
Dampak Konflik Meluas ke Kawasan
Ketegangan tidak hanya berpusat pada hubungan Iran dan Amerika Serikat. Iran dilaporkan menyerang sejumlah sekutu AS, termasuk Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Perkembangan itu terjadi ketika operasi udara AS telah memasuki hari ketujuh. Meluasnya konflik regional turut dikaitkan dengan lonjakan harga minyak.
Penangguhan komitmen oleh Iran membuat pelaksanaan Memorandum Islamabad kembali dipertanyakan. Tuduhan pelanggaran dari Teheran menunjukkan kesepakatan yang dimaksudkan sebagai jalur penghentian perang kini menghadapi hambatan besar.
Belum ada tanda dalam perkembangan yang dilaporkan bahwa saling serang telah berhenti. Kondisi tersebut membuat prospek perdamaian permanen yang menjadi tujuan awal memorandum masih berada di bawah tekanan.
Source: www.viva.co.id






