Iran Soroti Serangan Dekat RS Kanker Anak, AS Dituding Langgar Hukum Internasional

Author: Redaksi Android62

Iran melontarkan tuduhan kejahatan perang terhadap Amerika Serikat setelah serangan disebut terjadi di daerah dekat rumah sakit kanker anak di Ahvaz. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026, di tengah eskalasi ketegangan kedua negara.

Teheran menilai serangan di sekitar fasilitas kesehatan tersebut sebagai tindakan “biadab”. Pemerintah Iran menegaskan perlindungan warga sipil dan objek sipil menjadi pokok keberatannya terhadap tindakan yang dituduhkan kepada Washington.

Lokasi Sipil yang Disorot Iran

Selain area rumah sakit di Ahvaz, Iran menyebut sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat turut menjadi sasaran. Objek yang dipersoalkan mencakup penyimpanan pangan, pabrik air mineral, dan sarana pemantauan bagi nelayan.

Lokasi Objek yang Disebut Terdampak Keterangan dari Iran
Ahvaz Daerah dekat rumah sakit kanker anak Disebut terkena serangan pada 15 Juli 2026
Hoveyzeh Silo penyimpanan biji-bijian Dinilai sebagai infrastruktur sipil
Musian Pabrik air mineral Disebut menjadi target serangan
Chabahar Menara pengawas maritim Digunakan untuk membantu nelayan

Kemlu Iran secara khusus menyinggung silo penyimpanan biji-bijian di Hoveyzeh, wilayah barat daya Iran. Menurut Teheran, fasilitas itu merupakan bagian dari infrastruktur sipil yang seharusnya tidak menjadi sasaran.

Pabrik air mineral di Musian juga masuk dalam daftar lokasi yang dipermasalahkan Iran. Fasilitas tersebut berada di bagian barat Iran dan disebut terdampak dalam rangkaian serangan yang dituduhkan kepada Amerika Serikat.

Di Chabahar, Iran menyoroti menara pengawas maritim yang disebut membantu aktivitas nelayan. Teheran memandang fungsi fasilitas itu berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sipil di kawasan pesisir.

Tuduhan Pelanggaran Piagam PBB

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi IRIB, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Iran menilai tindakan terhadap objek-objek yang disebutkannya tidak dapat dibenarkan berdasarkan prinsip dasar perlindungan sipil.

Tuduhan itu disampaikan ketika Iran menyatakan Amerika Serikat meningkatkan serangan secara agresif dalam beberapa hari terakhir. Teheran juga menuduh Washington menerapkan blokade laut terhadap Iran.

Menurut pemerintah Iran, blokade laut tersebut merupakan pelanggaran tambahan terhadap komitmen Amerika Serikat dalam MoU Islamabad. Nota kesepahaman itu disebut dibuat oleh AS dan Iran untuk mengakhiri perang.

Ketegangan Berlanjut di Selat Hormuz

Ketegangan antara kedua negara juga terkait dengan Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi bagian dari perkembangan konflik terkini. Anadolu melalui Antara melaporkan Iran dan Amerika Serikat terus saling melancarkan serangan meski telah ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan.

MoU Islamabad dimaksudkan untuk mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian yang langgeng. Namun, Iran menilai serangan serta blokade laut yang dituduhkan kepada Amerika Serikat memperlihatkan bahwa komitmen tersebut telah dilanggar.

Juru Bicara Kemlu Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya menyatakan serangan Amerika Serikat akan dibalas dengan respons tegas dan langsung. Pernyataan itu menegaskan posisi Teheran saat ketegangan di kawasan belum menunjukkan tanda mereda.

Source: www.kompas.com
Berita Terbaru