Trump Ingin Tagihkan Dampak Kabut Asap Kanada Lewat Tarif Impor AS

Author: Redaksi Android62

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin memasukkan kerugian akibat kabut asap Kanada ke dalam komponen tarif impor barang dari negara tersebut. Tekanan itu muncul ketika asap kebakaran hutan melintasi perbatasan dan menyelimuti sejumlah wilayah Amerika Serikat.

Trump menilai Kanada perlu menanggung dampak polusi udara yang disebutnya kotor dan berbahaya bagi kesehatan. Ia juga menyebut gangguan asap sebagai persoalan tahunan yang telah merugikan Amerika Serikat hingga miliaran dolar.

Dalam unggahan di Truth Social yang dikutip Reuters, Trump menuding pemerintah Kanada tidak mengelola hutannya dengan baik. “Kami menuntut pertanggungjawaban Kanada karena mereka tidak mengelola hutan mereka dengan baik,” tulis Trump.

Menurut Trump, pengelolaan hutan yang buruk membuat Amerika Serikat terkena imbas polusi udara. Ia menyatakan biaya kerugian akibat kondisi tersebut ingin dimasukkan dalam tarif impor AS yang dibayarkan Kanada.

Asap Menjangkau Midwest hingga Northeast

Asap pekat dari ratusan titik kebakaran di Kanada bergerak ke wilayah Midwest hingga Northeast Amerika Serikat. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan agar warga membatasi kegiatan di luar ruangan dan tetap berada di dalam rumah.

Sejumlah kota di kawasan timur laut Amerika Serikat mengalami langit yang tampak kuning dan berasap. Kondisi ini memperluas dampak kebakaran dari ancaman di sekitar titik api menjadi gangguan kesehatan di wilayah yang jauh.

Gangguan kualitas udara juga dirasakan di Kanada sendiri. Lebih dari 100 titik kebakaran hutan di Ontario utara membuat kualitas udara Toronto disebut sebagai yang terburuk di dunia saat ini.

Indikator Periode Saat Ini Periode yang Sama Tahun Lalu
Lahan terbakar di Kanada Sekitar 650.000 hektar Sekitar 600.000 hektar
Perubahan luas area terbakar Meningkat Menjadi pembanding

Kebakaran telah menghanguskan sekitar 650.000 hektar lahan di Kanada. Ribuan warga juga terpaksa dievakuasi akibat perkembangan situasi di wilayah terdampak.

Titik Api Terkonsentrasi di Ontario

Mayoritas titik api tahun ini berada di Ontario, terutama kawasan barat laut yang terpencil dan berpenduduk jarang. Mobilitas menuju wilayah tersebut sangat terbatas sehingga transportasi udara menjadi satu-satunya jalur untuk menjangkaunya.

Kondisi geografis itu dapat mempersulit akses ke lokasi kebakaran. Asap dari wilayah tersebut kemudian terbawa ke selatan dan menempatkan sejumlah kota di Amerika Serikat dalam kondisi udara tidak sehat.

Isu kualitas udara lintas batas kini berkembang menjadi ketegangan politik antara dua negara bertetangga. Trump mengatakan akan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk mempertanyakan langkah penanganan yang akan diambil.

Belum ada pernyataan resmi dari Carney mengenai ancaman tarif itu. Trump dan Carney dijadwalkan bertemu dalam laga final Piala Dunia 2026 di New Jersey pada Minggu (19/7).

Risiko Kebakaran di Tengah Pemanasan Iklim

Pakar iklim menilai kenaikan suhu global membuat hutan lebih kering dan lebih mudah terbakar. Cuaca yang panas, kering, dan berangin juga meningkatkan peluang api meluas serta menyulitkan pengendalian.

Profesor kebakaran hutan Thompson Rivers University, Mike Flannigan, mengatakan kondisi ekstrem akan makin relevan seiring pemanasan iklim. “Kondisi seperti ini sangat memicu kebakaran, dan kita akan melihat lebih banyak peristiwa serupa ke depannya,” kata Flannigan.

Carney sebelumnya menyatakan Amerika Serikat sebenarnya dapat berbuat lebih banyak untuk melawan perubahan iklim. Pernyataan itu menjadi latar perdebatan ketika Trump menuntut Kanada memikul kerugian akibat asap kebakaran.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru