Israel Serang Lebih Dari 10 Kota Di Lebanon Selatan, Hormuz Kembali Memanas Tanpa Respons Teheran

Israel kembali memperluas serangannya di Lebanon selatan saat situasi di Timur Tengah masih bergerak di banyak titik sekaligus. Di saat yang sama, Selat Hormuz ikut masuk radar karena ancaman baru dari Iran dan insiden maritim yang menambah rasa waswas di jalur energi global.

Di tengah rangkaian itu, Teheran belum juga memberi jawaban atas usulan terbaru Washington untuk mengakhiri perang. Kebuntuan diplomatik ini membuat perhatian tetap tertuju pada respons Iran, sementara medan tekanan terus bergeser dari Lebanon ke Teluk.

Diplomasi masih menggantung di Teheran

Washington menyebut masih menunggu tanggapan Iran atas proposal terbaru untuk mengakhiri perang Israel-AS di Iran. Donald Trump pada Jumat malam mengatakan ia memperkirakan jawaban akan diterima malam itu, tetapi hingga kini belum ada respons resmi dari Teheran.

Trump kemudian mengatakan kepada jurnalis LCI, Margot Haddad, bahwa ia masih berharap mengetahui jawaban Iran “very soon”. Di saat yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow bersedia mengawasi pemindahan dan penyimpanan stok uranium hasil pengayaan Iran.

Pakistan juga menyatakan akan terus menjalankan upaya mediasi antara AS dan Iran. Panglima militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, mengatakan Islamabad akan terus berupaya agar mediasi itu berhasil.

Ancaman melebar ke kawasan Teluk

Ketegangan tidak berhenti pada jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, dan Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan itu menyoroti pentingnya “security across the Middle East”.

Pada saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengancam akan menargetkan situs-situs AS di Timur Tengah dan “enemy ships” jika kapal-kapal tanker Iran diserang. Juru bicara militer Iran juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang menegakkan sanksi AS terhadap Teheran akan “definitely face difficulties passing through the Strait of Hormuz”.

Peringatan itu menambah sorotan terhadap Selat Hormuz, jalur laut vital bagi perdagangan energi global. Kawasan tersebut kembali memanas setelah muncul insiden maritim baru dan langkah pengamanan tambahan dari negara Barat.

Insiden laut dan pengamanan tambahan

UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah bulk carrier terkena proyektil tak dikenal saat berlayar 23 mil laut di timur laut Doha, Qatar. Insiden itu menambah daftar gangguan di perairan yang sudah tegang akibat ancaman serangan dan pengamanan tambahan.

Di jalur yang sama, data pelayaran menunjukkan sebuah tanker LNG Qatar telah melewati selat itu menuju Pakistan dan berada di Teluk Oman pada Minggu. Sementara itu, Central Command militer AS mengatakan pihaknya telah “disabled” empat kapal dan mencegah 58 kapal dagang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran sejak 13 April.

Inggris juga mengatakan akan mengirim kapal perusak ke Timur Tengah sebelum misi internasional apa pun untuk membantu melindungi pengiriman barang di Selat Hormuz. Misi itu akan dipimpin Inggris dan Prancis, serta disebut terpisah dari pengerahan militer AS di kawasan.

Serangan di Lebanon selatan belum mereda

Di lapangan, Israel kembali membombardir lebih dari 10 kota di Lebanon selatan. Serangan pada Sabtu itu menewaskan sedikitnya 24 orang, meski gencatan senjata yang dimulai bulan lalu masih berlaku di atas kertas.

Militer Israel mengatakan serangannya pada akhir pekan menghantam lebih dari 40 lokasi infrastruktur milik Hezbollah di Lebanon selatan. Hezbollah membalas dengan menyebut para pejuangnya menghantam sebuah buldoser D9 Israel di kawasan Khallat Raj, dekat kota Deir Siryan.

Militer Israel juga mengatakan telah mencegat sebuah “suspicious aerial target” di area tempat pasukannya beroperasi di Lebanon selatan. Di sisi lain, Hadja Lahbib dari Uni Eropa meminta akses kemanusiaan yang lebih besar ke Lebanon selatan karena bantuan sering tidak bisa mencapai warga yang paling membutuhkan.

Gelombang tekanan juga muncul di Israel dan Bahrain

Di Israel, puluhan orang turun ke jalan di Tel Aviv untuk memprotes pemerintahan Benjamin Netanyahu dan operasi militer di Lebanon selatan. Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dua aktivis dari Global Sumud Flotilla, Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, telah dideportasi pada Minggu.

Di Teluk, Uni Emirat Arab menyatakan solidaritas penuh dengan Bahrain setelah negara itu menangkap 41 orang yang disebut terkait dengan kelompok yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan para tersangka terhubung dengan IRGC dan mengumpulkan dana untuk dikirim ke Iran guna mendukung “terrorist operations”.

Dengan Teheran masih bungkam, serangan di Lebanon terus berlanjut, dan gangguan di Selat Hormuz belum mereda, tekanan militer dan diplomatik kini berjalan serempak di beberapa front. Situasi itu membuat ruang manuver para pihak semakin sempit, sementara keamanan regional dan jalur energi tetap berada dalam pengawasan ketat.

Berita Terkait