Istana Ujjayanta Jadi Museum Raksasa, Jejak Kerajaan Tripura Masih Terjaga

Istana Ujjayanta kini dikenal sebagai museum terbesar di India Timur Laut, dengan koleksi yang memuat artefak arkeologi, benda peninggalan kerajaan, tekstil tradisional, hingga materi budaya dari berbagai suku di kawasan tersebut. Perubahan fungsi itu menjadikan bangunan bersejarah ini bukan hanya tujuan wisata, tetapi juga pusat pelestarian ingatan Tripura.

Di Agartala, istana ini berdiri sebagai penanda kuat kebesaran Dinasti Manikya. Keberadaannya memperlihatkan bagaimana warisan kerajaan bisa tetap hidup saat kebutuhan zaman berubah, tanpa kehilangan nilai sejarah dan arsitektur yang melekat padanya.

Bangunan yang lahir dari pemulihan pascabencana

Istana Ujjayanta dibangun atas perintah Maharaja Radha Kishore Manikya setelah istana kerajaan sebelumnya rusak parah akibat Gempa Assam tahun 1879. Proyek pembangunannya selesai pada 1901 dan sejak awal dipersiapkan sebagai kediaman resmi keluarga kerajaan.

Kehadiran istana ini menjadi simbol kebangkitan kembali pusat kekuasaan Tripura setelah bencana besar yang mengguncang kerajaan. Dari awal, bangunan itu dirancang bukan sekadar megah, tetapi juga sebagai lambang keteguhan dinasti yang memerintah wilayah tersebut.

Nama yang dipilih Rabindranath Tagore

Nama Ujjayanta diberikan oleh Rabindranath Tagore, penyair yang memiliki hubungan erat dengan keluarga kerajaan Tripura. Dalam bahasa Sanskerta, nama itu dimaknai berkaitan dengan kejayaan atau kemenangan yang gemilang.

Makna tersebut selaras dengan tujuan pendirian istana, yakni menampilkan wibawa dan kemegahan kerajaan. Nama itu juga memperkuat identitas simbolik bangunan sebagai representasi kejayaan dinasti yang membangunnya.

Perpaduan gaya arsitektur yang mudah dikenali

Istana ini dirancang oleh arsitek Inggris Alexander Martin dengan perpaduan gaya Mughal, Neoklasik, dan Indo-Saracenic. Hasilnya adalah bangunan simetris dengan tiga kubah besar yang menjadi ciri paling mudah dikenali dari kompleks istana tersebut.

Area sekitarnya dilengkapi taman bergaya Mughal, kolam, dan air mancur. Di bagian dalam, aula besar, langit-langit tinggi, dan dekorasi elegan membentuk suasana mewah yang sejak awal melekat pada istana ini.

Dari gedung pemerintahan ke museum

Setelah Tripura bergabung dengan India, fungsi Istana Ujjayanta ikut berubah dan bangunan ini sempat digunakan sebagai gedung Legislative Assembly negara bagian selama beberapa dekade. Peralihan fungsi tersebut menunjukkan daya tahan istana dalam mengikuti kebutuhan administrasi modern.

Pada 2011, parlemen dipindahkan ke gedung baru agar istana dapat direstorasi dan dialihfungsikan menjadi museum. Langkah itu membuka babak baru bagi bangunan bersejarah ini, dari ruang pemerintahan menjadi ruang pelestarian budaya.

Koleksi yang menghubungkan masa lalu dan masa kini

Sejak diresmikan sebagai museum pada 2013, Istana Ujjayanta menampilkan koleksi yang luas dan berlapis. Galeri-galeri di dalamnya menghadirkan jejak sejarah Tripura dari masa kerajaan hingga era modern melalui benda-benda arkeologi dan peninggalan budaya.

Koleksi tekstil tradisional serta materi budaya dari berbagai suku di India Timur Laut membuat museum ini memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar sejarah istana. Ruang-ruang di dalamnya juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan peneliti yang ingin memahami perkembangan identitas budaya kawasan tersebut.

Dengan peran barunya, Istana Ujjayanta tidak hanya menyimpan benda sejarah, tetapi juga menjembatani perjalanan panjang Tripura dalam satu bangunan. Dari kediaman kerajaan hingga museum besar, istana ini tetap menjadi salah satu warisan paling penting di Agartala.

Source: www.idntimes.com
Berita Terkait