M4A4 Sherman menjadi salah satu varian tank Sekutu yang paling tidak lazim karena mengandalkan A57 Multibank, mesin hasil gabungan lima mesin Chrysler inline-six. Susunan itu membuat tank ini punya 30 silinder, lima karburator, lima distributor, dan tiga puluh busi dalam satu paket yang sangat rumit.
Meski terdengar seperti solusi yang berlebihan, rancangan tersebut justru memberi daya tahan yang menarik bagi kru. Chrysler menyebut tank ini masih bisa bergerak meski kehilangan hingga 12 dari 30 silindernya.
Mesin yang lahir dari tekanan produksi perang
M4A4 muncul ketika kebutuhan mesin tank melonjak jauh lebih cepat daripada pasokannya. Pada masa itu, mesin radial diprioritaskan untuk pesawat, sementara pilihan powerplant lain diperebutkan banyak pihak.
Dalam situasi tersebut, Chrysler tidak memulai dari mesin baru, melainkan menyatukan lima mesin flathead inline-six 251 kubik inci yang sudah terbukti di mobil penumpang. Hasilnya adalah unit tenaga seberat sekitar dua ton dengan keluaran sekitar 370 tenaga kuda.
Desain tank ikut berubah
Mesin yang lebih panjang memaksa hull Sherman dipanjangkan hampir 11 inci. Jarak antar bogie suspensi juga dibuat lebih jauh dibandingkan varian Sherman lain agar unit tenaga itu bisa masuk ke dalam badan tank.
Perubahan itu memberi M4A4 siluet yang khas, tetapi tidak menghapus ciri utama Sherman. Tank ini tetap dikenal andal secara mekanis, mudah diproduksi, dan memiliki keseimbangan mobilitas, daya tembak, serta perlindungan yang baik.
Lebih banyak dipakai Sekutu daripada Angkatan Darat AS
Program Sherman memang sengaja memakai beberapa jenis mesin agar produksi tidak bergantung pada satu sumber saja. Selain Chrysler Multibank, ada pula Continental R975 radial, Ford GAA V8, dan diesel ganda General Motors.
Namun, Angkatan Darat AS lebih memilih M4A3 bermesin Ford V8. Akibatnya, sebagian besar M4A4 dialihkan ke Inggris dan negara Sekutu lain melalui program Lend-Lease.
| Varian | Mesin | Pengguna utama | Catatan |
|---|---|---|---|
| M4A4 | Chrysler A57 Multibank | Inggris dan Sekutu lain | Dikenal sebagai Sherman V |
| M4A3 | Ford GAA V8 | Angkatan Darat AS | Lebih dipilih militer Amerika |
Total produksi M4A4 dilaporkan mencapai 7.499 unit, dan 7.443 di antaranya diserahkan kepada pasukan Sekutu. Tank ini dipakai luas di Italia dan Eropa Barat Laut, termasuk dalam kampanye Normandia bersama pasukan Amerika.
Rumit di awal, makin andal setelah perbaikan
Pada masa awal produksi, kompleksitas mesin menjadi sumber masalah utama. Perbaikan pada sistem pendingin, piston ring, dan exhaust valve perlahan menaikkan keandalannya.
Pada 1944, mesin itu lolos uji ketahanan 400 jam yang menuntut dari Angkatan Darat AS. Sejak saat itu, M4A4 diakui sebagai salah satu varian Sherman yang paling andal, hanya kalah dari M4A3 yang memakai mesin konvensional.
Pemakaian mesin ini juga membawa konsekuensi lain, yaitu konsumsi bahan bakar yang lebih boros dan perawatan yang lebih memakan waktu. Meski begitu, banyak mekanik asing sudah terbiasa menangani mesin kecil, sehingga setelah kru memahami tata letak yang tidak lazim itu, M4A4 mendapat reputasi baik dalam servis lapangan.
Keunggulan yang tidak diduga
Bagi kru tank, kelebihan paling penting justru ada pada redundansinya. Karena mesin itu terdiri dari lima bank enam silinder yang bekerja relatif independen, kerusakan pada satu bank tidak selalu membuat kendaraan berhenti total.
Pada akhirnya, M4A4 menjadi contoh solusi industri perang yang sangat tidak elegan, tetapi efektif. Dari kebutuhan produksi massal hingga layanan luas di Italia, Normandia, dan Eropa Barat Laut, Sherman bermesin lima Chrysler ini membuktikan bahwa rancangan paling aneh sekalipun bisa punya peran besar di medan tempur.







