Dari Karawang ke 25 Negara, Traga Jadi Tulang Punggung Produksi Isuzu

Isuzu Karawang Plant telah memproduksi 300.000 unit kendaraan dalam 10 tahun sejak mulai beroperasi pada 2015. Pencapaian itu menempatkan fasilitas di Karawang, Jawa Barat, sebagai salah satu basis manufaktur kendaraan komersial Isuzu berstandar global.

Peran pabrik tersebut tidak lagi terbatas untuk memenuhi pasar domestik. Sejak 2019, kendaraan yang diproduksi di Karawang rutin dikirim ke pasar luar negeri dan kini telah menjangkau 25 negara.

Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama termasuk dalam daftar tujuan pengiriman kendaraan buatan Karawang. Jangkauan ini menunjukkan produk dari Indonesia telah masuk ke jaringan pasokan internasional Isuzu.

Traga Menjadi Kontributor Terbesar

Di antara model yang diproduksi, Isuzu Traga memberikan kontribusi volume terbesar bagi pabrik Karawang. Kendaraan niaga ringan tersebut diproduksi bersama Isuzu ELF dan Isuzu GIGA untuk melayani kebutuhan segmen komersial yang berbeda.

Dominasi Traga mencerminkan besarnya peran kendaraan niaga ringan dalam menunjang aktivitas usaha di Indonesia. Sementara itu, ELF dan GIGA melengkapi portofolio produksi Isuzu untuk berbagai kebutuhan angkutan komersial.

Pabrik Karawang juga tidak hanya memproduksi kendaraan bermerek Isuzu. Fasilitas ini merakit UD Trucks Quester dan UD Kuzer untuk kebutuhan pasar dalam negeri.

Keberadaan beberapa model dalam satu fasilitas memperkuat posisi Karawang dalam kegiatan manufaktur kendaraan niaga. Produksi tersebut menopang penjualan Isuzu sekaligus mencakup kendaraan dari UD Trucks.

Kandungan Lokal pada Tiga Model Isuzu

Penguatan produksi di Karawang turut ditopang penggunaan komponen dalam negeri. Tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN pada setiap model yang dirakit memiliki besaran berbeda.

ModelTKDNPeran Produksi
Isuzu Traga46,45 persenKontributor volume terbesar
Isuzu GIGA38,07 persenKendaraan niaga Isuzu
Isuzu ELF33,04 persenKendaraan niaga Isuzu

Traga memiliki kandungan lokal tertinggi dengan angka 46,45 persen. GIGA mencatatkan TKDN 38,07 persen, sedangkan ELF berada pada 33,04 persen.

Peningkatan kandungan lokal melibatkan industri pemasok di dalam negeri dalam rantai manufaktur Isuzu. Vendor lokal juga terdorong melakukan transfer teknologi dan memenuhi standar kualitas global yang diterapkan perusahaan.

Aktivitas pabrik di Karawang saat ini menyerap 884 tenaga kerja. Kegiatan manufakturnya disebut turut berkontribusi terhadap penerimaan pajak, rantai pasok nasional, dan aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha.

Bagian dari Jaringan Produksi Global

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Masayasu Hideshima, menyatakan pencapaian 300.000 unit merupakan hasil kerja karyawan, mitra bisnis, dan dukungan pelanggan selama satu dekade. Pabrik yang beroperasi sejak 2015 itu, menurutnya, berkembang menjadi bagian penting dari jaringan produksi Isuzu dunia.

Pencapaian ekspor memberi penegasan bahwa kendaraan dari Karawang telah memenuhi standar global Isuzu. Peran pabrik pun berkembang dari fasilitas pemenuhan kebutuhan domestik menjadi bagian dari pasokan untuk pasar internasional.

Setelah mencapai produksi 300.000 unit, Isuzu menyiapkan peningkatan kualitas manufaktur untuk menghadapi regulasi emisi yang lebih ketat di berbagai negara. Perusahaan juga menyatakan akan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi keandalan kendaraan komersial.

Langkah tersebut diarahkan agar produk Isuzu tetap sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di pasar domestik maupun internasional. Produksi Traga, ELF, GIGA, serta kendaraan UD Trucks di Karawang menjadi bagian dari penguatan posisi Indonesia dalam manufaktur kendaraan komersial global.

Source: www.oto.com
Berita Terkait