Baterai 7.000 mAh Jadi Andalan itel Power 80, Tapi Ada Banyak Kompromi

Author: Redaksi Android62

itel Power 80 menonjol justru karena membawa ketahanan fisik yang jarang ditemui di kelas entry-level. Di harga Rp2.399.000, ponsel ini mengandalkan baterai 7.000 mAh, sertifikasi IP68 dan IP69, serta standar militer MIL-STD-810H.

Kombinasi itu membuat perangkat ini lebih relevan bagi pengguna yang membutuhkan ponsel tangguh ketimbang gawai yang sekadar terlihat menarik di etalase. techno.viva.co.id mencatat, pendekatan itel pada model ini jelas mengarah ke kebutuhan lapangan dan aktivitas harian yang berat.

Ketahanan fisik menjadi nilai utama

Selain baterai besar, itel Power 80 juga diklaim tahan rendaman air hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit. Perangkat ini disebut mampu menahan semprotan air bertekanan tinggi 100 bar bersuhu 85°C.

Untuk perlindungan benturan, ponsel ini mengusung SGS 5-Star Drop Protection dan diklaim sanggup bertahan dari jatuh dari ketinggian 2 meter. Pada bodi setebal 8,5 mm, kapasitas besar itu tetap dipertahankan berkat teknologi baterai Si/C Li-Ion.

Layar besar, tetapi masih HD Plus

Di bagian depan, itel Power 80 membawa layar 6,78 inci dengan refresh rate dinamis hingga 120 Hz. Ukuran layar ini memberi ruang luas untuk menggulir konten, meski panelnya masih memakai resolusi HD Plus.

Resolusi 720 × 1600 piksel pada bentang 6,78 inci membuat kerapatan piksel lebih rendah dibanding panel beresolusi lebih tinggi. Untuk penggunaan harian, tampilannya tetap fungsional, tetapi tidak diarahkan untuk pengalaman visual kelas atas.

Komponen Spesifikasi itel Power 80 Dampak Penggunaan
Resolusi layar HD Plus 720 × 1600 piksel Kerapatan piksel lebih rendah pada layar 6,78 inci
Penyimpanan eMMC 5.1 Pemuatan aplikasi dan transfer data terasa lebih lambat
Pengisi daya 18 Watt Pengisian baterai 7.000 mAh memakan waktu lebih dari 2 jam
NFC Tidak tersedia atau tidak disebutkan Tidak bisa cek dan isi ulang saldo kartu tol elektronik secara instan

Performa harian, bukan untuk kelas berat

Dari sisi dapur pacu, perangkat ini memakai chipset Unisoc T7250 dan menjalankan Android 16 saat pertama kali dirilis. Susunan tersebut menempatkan itel Power 80 sebagai ponsel fungsional untuk kebutuhan harian, bukan perangkat yang mengejar performa tinggi.

Penyimpanan yang masih memakai eMMC 5.1 juga ikut menegaskan arah produk ini. Loading aplikasi dan transfer data tidak akan secepat perangkat yang menggunakan penyimpanan lebih kencang.

Kompromi yang perlu dipertimbangkan calon pembeli

Di balik ketahanan dan baterai besar, ada sejumlah kompromi yang sulit diabaikan. Resolusi layar masih HD Plus, kecepatan isi daya hanya 18 Watt, dan modul kamera belakang tidak sepenuhnya bekerja seperti tampilan luarnya.

Susunan tiga lingkaran di belakang memberi kesan seperti ponsel kelas lebih tinggi, tetapi kamera yang benar-benar berfungsi penuh hanya sensor utama 50 MP. Bagi pengguna yang mengejar fotografi, pengisian cepat, atau layar yang lebih tajam, pilihan lain di kelas harga serupa mungkin terasa lebih masuk akal.

Karena itu, itel Power 80 paling tepat dipandang sebagai perangkat untuk pengguna lapangan, pengemudi ojek online, atau siapa pun yang sering berada di lingkungan ekstrem. Fokusnya bukan pada kemewahan, melainkan pada daya tahan, baterai besar, dan ketenangan saat digunakan di situasi yang menuntut.

Berita Terbaru