Jaecoo kini telah memiliki 36 jaringan diler di Indonesia setelah meresmikan Jaecoo Megatama Pondok Pinang di Jakarta Selatan. Pencapaian itu menunjukkan ekspansi yang cepat, tetapi sekaligus memperlihatkan jarak yang masih cukup jauh dari target 80 diler yang dipatok untuk tahun ini.
Diler baru tersebut menjadi titik layanan ke-12 Jaecoo di Jakarta dan berada di bawah naungan PT Megatama Elektra Mandiri. Fasilitas ini mengusung layanan 3S, yakni Sales, Service, dan Spare Parts, sehingga tidak hanya difokuskan pada penjualan unit baru.
Penguatan layanan di Jakarta Selatan
Kehadiran diler di Pondok Pinang diposisikan untuk memperkuat penetrasi Jaecoo di Jakarta Selatan dan wilayah sekitarnya. Langkah ini juga dimaksudkan untuk mendekatkan layanan kepada calon konsumen maupun pemilik kendaraan yang sudah lebih dulu menggunakan merek tersebut.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma mengatakan diler Jaecoo Megatama Pondok Pinang dirancang agar konsumen mendapatkan pengalaman berbeda saat datang ke lokasi. Ia menyebut konsep yang dibangun membuat konsumen seolah masuk ke sebuah experience zone.
Menurut Jim, showroom ini bukan hanya tempat transaksi, melainkan juga ruang untuk merasakan keunggulan teknologi yang ditawarkan Jaecoo. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi jaringan tidak hanya mengejar penjualan, tetapi juga memperkuat pengalaman merek di tingkat ritel.
Kapasitas bengkel menjadi pembeda
Jaecoo menyebut fasilitas anyar ini sebagai salah satu yang terbesar dan terluas, baik di Jakarta maupun secara nasional. Skala itu didukung kesiapan area bengkel yang dirancang untuk menopang kebutuhan perawatan kendaraan konsumen.
Total terdapat 18 service bay di diler tersebut. Dengan perhitungan satu bay mampu melayani tiga kendaraan per hari, kapasitas layanan hariannya diperkirakan mencapai 54 kendaraan.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama diler | Jaecoo Megatama Pondok Pinang |
| Lokasi | Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan |
| Jumlah service bay | 18 |
| Kapasitas layanan harian | 54 kendaraan |
| Fokus layanan | Sales, Service, dan Spare Parts |
Kapasitas ini penting karena perluasan jaringan Jaecoo tidak berhenti pada penjualan mobil baru. Perusahaan juga menegaskan penguatan fondasi purnajual agar pengalaman kepemilikan tetap terjaga setelah pembelian.
Didorong lini NEV dan performa pasar
Jaecoo saat ini mengusung tema Play Loud, Shine Proud dengan penawaran utama pada lini kendaraan ramah lingkungan atau NEV. Di jajaran produknya, model yang disebut menjadi andalan adalah Jaecoo J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS.
Perusahaan menilai fitur dan teknologi pada ketiga model itu memberi nilai tambah bagi pemiliknya. Di saat yang sama, Jaecoo mengaitkan ekspansi jaringan dengan capaian pasar yang disebut terus menunjukkan tren positif.
Jim Ma menyampaikan bahwa berdasarkan data Gaikindo Mei 2026, Jaecoo J5 tetap menjadi EV nomor 1 di Indonesia. Ia juga menyebut Jaecoo masuk jajaran Top 5 penjualan merek otomotif di Tanah Air.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembukaan diler baru tidak berdiri sendiri. Perluasan jaringan berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan momentum penjualan dan memperluas basis konsumen di berbagai wilayah.
Komitmen mitra diler
Dari sisi mitra, Direktur Jaecoo Megatama Hendra Aristyo mengatakan fasilitas ini berkomitmen memberi kemudahan akses bagi masyarakat di Jakarta Selatan. Komitmen itu didukung showroom yang representatif, teknisi terlatih, dan layanan purnajual yang lengkap.
Hendra menegaskan pihaknya siap mendampingi pelanggan dalam setiap tahap kepemilikan kendaraan Jaecoo. Dengan demikian, layanan tidak berhenti pada saat serah terima unit, melainkan berlanjut selama masa penggunaan.
Ekspansi Jaecoo masih menyisakan pekerjaan besar karena target tahun ini adalah 80 diler. Dengan angka terbaru 36 jaringan di Indonesia, merek asal China itu harus menambah 44 titik layanan lagi untuk mencapai ambisi yang sudah diumumkan.
Karena itu, pembukaan Jaecoo Megatama Pondok Pinang dapat dibaca sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan jaringan. Fokusnya bukan hanya menambah alamat penjualan, tetapi juga membangun basis layanan yang lebih siap menghadapi pertumbuhan populasi kendaraan di jalan.
Source: otomotif.kompas.com






