Jaecoo Dan Wuling Makin Dekat, BYD Tetap Tak Terkejar Di Pasar Mobil Cina April 2026

Author: Redaksi Android62

Persaingan merek mobil Cina di Indonesia pada April 2026 terlihat semakin rapat, tetapi BYD masih memegang posisi paling kuat. Dalam data retail atau distribusi dari diler ke konsumen, merek ini mencatat 6.274 unit dan tetap jauh di atas para pesaing terdekatnya.

Selisih itu membuat BYD belum tersentuh di puncak daftar, meski beberapa pemain lain mulai menambah tekanan. Jaecoo, Wuling, dan sejumlah merek lain bergerak naik ketika pasar mulai pulih setelah dampak libur Lebaran mereda.

BYD tetap jadi penentu arah pasar

Kinerja BYD masih banyak ditopang oleh Atto 1 yang berstatus model entry level. Mobil ini menjadi salah satu tulang punggung penjualan dan membantu BYD menjaga volume tetap tinggi di pasar nasional.

Untuk mempertahankan momentum, BYD juga baru menyegarkan Atto 1. Merek ini menambah varian baru dengan harga Rp 199 juta on the road Jakarta, sehingga posisinya tetap kuat di tengah pasar yang makin ramai.

Ada faktor lain yang ikut mendukung performa BYD. Pasar mobil listrik masih mendapat perhatian lebih, sementara pengguna mobil listrik di Jakarta saat ini menikmati insentif pajak.

Kondisi itu memberi peluang bagi merek yang hanya menjual mobil listrik untuk menjaga performa penjualan. Dalam situasi seperti ini, BYD masih berada di posisi yang menguntungkan untuk mempertahankan dominasinya sepanjang tahun.

Jaecoo dan Wuling mulai mendekat

Di belakang BYD, Jaecoo menempati posisi kedua dengan 3.009 unit retail pada April 2026. Angka itu naik dari Maret yang berada di 2.868 unit, jadi laju pertumbuhannya masih terjaga.

Jaecoo masih mengandalkan J5 EV sebagai model unggulan. Selain itu, merek ini juga memiliki lini lain dengan mesin bensin dan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV.

Wuling berada di posisi ketiga dengan 1.578 unit. Kenaikannya cukup tajam dibandingkan Maret 2026, saat penjualannya masih 1.046 unit.

Wuling juga terus memperluas lini elektrifikasinya untuk konsumen Tanah Air. Setelah Darion, merek ini membawa produk EV dan PHEV di segmen SUV lewat Eksion EV dan PHEV.

Peringkat di bawah tiga besar makin padat

Di belakang tiga besar, persaingan juga tidak kalah menarik. Geely mencatat 1.450 unit, disusul Chery dengan 1.057 unit.

Aion membukukan 633 unit, sementara Denza mencatat 427 unit. MG berada di angka 330 unit, lalu Xpeng dan Jetour melengkapi daftar sepuluh besar.

Xpeng mencatat 284 unit, sedangkan Jetour mengumpulkan 231 unit. Deretan angka ini menunjukkan bahwa pasar merek Cina di Indonesia tidak hanya terkonsentrasi pada satu atau dua pemain.

Pasar yang mulai pulih setelah libur panjang ikut membuka ruang gerak lebih besar bagi para merek tersebut. Di saat yang sama, insentif mobil listrik di Jakarta masih menjadi salah satu penopang utama bagi merek yang fokus pada kendaraan listrik.

10 merek mobil Cina terlaris April 2026:
BYD: 6.274 unit
Jaecoo: 3.009 unit
Wuling: 1.578 unit
Geely: 1.450 unit
Chery: 1.057 unit
Aion: 633 unit
Denza: 427 unit
MG: 330 unit
Xpeng: 284 unit
Jetour: 231 unit

Source: otomotif.katadata.co.id
Berita Terbaru