Jaecoo J5 EV tampil sebagai kejutan terbesar di pasar SUV listrik Indonesia. Dalam lima bulan pertama, model ini mencatat penjualan 13.949 unit dan meninggalkan BYD Sealion 7 yang baru mencapai 4.067 unit.
Selisih itu menunjukkan bahwa persaingan di segmen SUV listrik tidak selalu ditentukan oleh nama besar atau kehadiran lebih awal. Jaecoo, yang baru menjual satu mobil listrik di Indonesia, justru langsung mendapat respons kuat dari konsumen dan menjaga penjualan di level ribuan unit setiap bulan.
Langkah awal J5 EV yang sangat kuat
Kinerja J5 EV terlihat konsisten sejak awal tahun hingga periode terbaru yang disebutkan. Angka tersebut menegaskan bahwa model ini tidak sekadar masuk pasar, tetapi benar-benar membangun permintaan dalam waktu singkat.
Dengan laju seperti itu, J5 EV masih berpeluang menembus 20 ribu unit sebelum memasuki tahun 2027. Jika tren tersebut bertahan, posisinya akan semakin sulit dikejar para rival terdekat di segmennya.
Sealion 7 belum mampu mengejar
BYD Sealion 7 sempat diharapkan menjadi salah satu penantang kuat di awal tahun. Namun kehadiran J5 EV membuat laju penjualannya tidak maksimal, meski model BYD itu sudah lebih dulu dipasarkan.
Kondisi tersebut membuat Sealion 7 tertinggal cukup jauh dalam periode yang sama. Penjualannya juga disebut terdampak proses transisi ke produksi lokal, sementara prioritas perakitan lokal BYD saat ini masih diberikan kepada Atto 1 dan M6.
Pesaing lain masih berada di bawah
Di bawah dua model teratas itu, GAC Aion V membukukan 1.420 unit. Hasil tersebut masih lebih rendah dari J5 EV dan Sealion 7, meski tetap tergolong solid di tengah ketatnya persaingan SUV listrik.
Geely EX5 menyusul dengan 1.239 unit, hanya terpaut tipis dari Aion V. Sebagai mobil listrik pertama Geely di Indonesia, EX5 juga menjadi model penting setelah merek itu sempat absen selama beberapa tahun akibat penjualan yang turun drastis.
Chery J6T mencatat 710 unit. Penjualannya tampak banyak bergantung pada varian baru yang dirilis akhir tahun lalu, sementara varian standar disebut kemungkinan sudah tidak dijual lagi.
Hyundai masih jadi penantang non-China
Hyundai Kona EV tercatat meraih 644 unit dan menjadi salah satu penantang non-China yang masih mampu bertahan di pasar ini. Hasil tersebut terbilang cukup baik untuk model yang sebelumnya sudah mendapat generasi terbaru.
Namun secara umum, pasar SUV listrik Indonesia masih dikuasai merek-merek asal China. Hyundai menjadi satu-satunya merek yang benar-benar terlihat melawan, sementara merek lain masih membukukan penjualan puluhan unit atau bahkan di bawahnya.
Pasar makin mengerucut ke dua pemain utama
Data penjualan Januari-Mei 2026 menunjukkan hanya Jaecoo dan BYD yang sama-sama berhasil menembus lebih dari 2 ribu unit di segmen SUV listrik. Sisanya masih tertinggal cukup jauh dan belum mampu mendekati dua pemain teratas tersebut.
Kondisi ini membuat Jaecoo terlihat memegang dominasi paling kuat untuk saat ini. Selama pasar tetap kondusif dan rival senegaranya tidak menambah model baru, J5 EV masih punya ruang besar untuk mempertahankan keunggulannya.
