J5 EV Melaju Sendiri, Jaecoo Unggul Jauh dari Atto 1 di Pasar Mobil Listrik

Jaecoo J5 EV kini menjadi nama paling menonjol di pasar mobil listrik Indonesia setelah mencatat penjualan 13.949 unit hingga bulan lalu. Angka itu membuat SUV listrik tersebut unggul jauh dari para pesaing terdekatnya, meski Jaecoo baru mengandalkan satu model di segmen ini.

Selama lima bulan, J5 EV juga bertahan sebagai BEV terlaris. Di tengah persaingan yang makin padat, capaian itu menunjukkan bahwa satu model saja sudah cukup untuk mengangkat posisi Jaecoo di pasar kendaraan listrik berbasis baterai.

Harga dan fitur jadi daya tarik utama

Salah satu alasan J5 EV cepat diterima pasar adalah banderolnya yang dinilai terjangkau untuk ukuran SUV listrik. Selain itu, mobil ini dibekali fitur canggih dan modern yang membuatnya cepat dilirik konsumen setelah meluncur.

Di Indonesia, J5 EV disebut sebagai satu-satunya mobil listrik Jaecoo. Namun, penjualannya tetap mampu melaju konsisten dan menembus lebih dari 1.000 unit per bulan.

Selisihnya lebar dari pesaing terdekat

Keunggulan J5 EV terlihat jelas dari perbandingan dengan rival terdekatnya. BYD Atto 1 berada di posisi berikutnya dengan 7.867 unit, sedangkan BYD M6 mencatat 5.017 unit.

Selisih itu menegaskan bahwa J5 EV bukan hanya memimpin daftar penjualan, tetapi juga menjauh dari kelompok penantang. Bahkan dalam lima bulan, total penjualannya sudah mendekati 14 ribu unit.

Pasar listrik tetap tumbuh di tengah tekanan

Capaian J5 EV datang di saat pasar mobil listrik menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi yang tidak menentu. Penundaan penerapan insentif mobil listrik hingga bulan ini juga membuat sebagian konsumen menahan pembelian kendaraan ramah lingkungan.

Meski begitu, pasar tetap mencatat pertumbuhan yang solid. Secara keseluruhan, penjualan mobil listrik hingga bulan lalu mencapai 57.087 unit dan menyumbang 15,9 persen dari pasar roda empat nasional.

Atto 1 terpukul transisi produksi lokal

Turunnya penjualan BYD Atto 1 ikut membuka jalan bagi J5 EV untuk menjauh di puncak daftar. Model itu disebut terdampak transisi ke produksi lokal setelah persiapan pabrik selesai, sehingga distribusinya menurun drastis dibanding sebelumnya.

Pada Mei 2026, Atto 1 hanya mencatat 28 unit, hasil terendah dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, sepanjang tahun lalu jumlahnya sempat melebihi 20 ribu unit dan pernah membuatnya dipandang sebagai kandidat kuat di papan atas.

Daftar BEV terlaris tetap diisi banyak nama

Di belakang dua model teratas itu, Geely EX2 membukukan 4.964 unit dan menjadi capaian terbaik merek tersebut. Sementara EX5 sebagai BEV pertama Geely baru terjual 1.239 unit, sehingga masih tertinggal jauh dari EX2.

Wuling Darion EV juga ikut masuk daftar dengan 2.765 unit. Di bawahnya ada GAC Aion V sebanyak 1.420 unit dan UT sebanyak 1.335 unit, sedangkan Denza D9 menjadi satu-satunya model premium listrik dalam daftar itu dengan 2.359 unit dan status sebagai MPV premium listrik terlaris di Indonesia.

Dengan modal penjualan yang sudah menembus 13 ribu unit, Jaecoo J5 EV kini menjadi tolok ukur baru di segmen mobil listrik terjangkau berbodi SUV. Posisinya yang masih jauh dari para pesaing membuat model ini tetap menjadi pusat perhatian di pasar yang kian ramai.

Source: ridertua.com

Berita Terkait