Jaecoo J5 terbaru tertangkap kamera di China dengan perangkat LiDAR di atap, sebuah tanda kuat bahwa Chery sedang menyiapkan peningkatan besar pada SUV ini. Temuan tersebut juga menguatkan dugaan bahwa model ini disiapkan untuk pasar global dengan paket bantuan mengemudi yang lebih canggih.
LiDAR menjadi sorotan utama karena sensor ini membantu mobil membaca kondisi sekitar dengan lebih presisi. Pada foto yang beredar, tonjolan sensor itu terlihat jelas di atas kaca depan dan menjadi pembeda paling mencolok dari Jaecoo J5 sebelumnya.
Falcon 700 diperkirakan menjadi otak bantuan mengemudi
Sumber di China menyebut J5 akan memakai sistem bantuan mengemudi Falcon 700 milik Chery. Paket ini sebelumnya juga terlihat pada SUV iCar V27 dan sedan Exeed Exlantix ES.
Falcon 700 dibekali satu LiDAR, 11 kamera, 12 radar ultrasonik, dan 3 radar mmWave. Sistem itu diklaim mampu menjalankan navigasi titik ke titik serta parkir valet otomatis.
| Komponen | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| LiDAR | 1 | Terpasang di atap |
| Kamera | 11 | Bagian dari Falcon 700 |
| Radar ultrasonik | 12 | Bagian dari Falcon 700 |
| Radar mmWave | 3 | Bagian dari Falcon 700 |
Isyarat hybrid pengisian mandiri ikut menguat
Foto mata-mata itu juga memperlihatkan emblem berbahasa Inggris dan lencana “hybrid” di pintu bagasi. Tidak terlihat lubang pengisian baterai khusus, sehingga indikasinya mengarah pada sistem HEV atau hybrid pengisian mandiri, bukan plug-in hybrid.
Belum ada kepastian apakah model ini akan memakai sistem hybrid terbaru Chery, Kun Peng 2.0. Sistem tersebut disebut memadukan baterai 5,1 kWh dengan mesin turbo 1,5 liter dan menghasilkan tenaga maksimum 260 kW atau 349 hp.
Sebagai pembanding, Jaecoo J5 HEV yang saat ini dilaporkan masih memakai platform hybrid generasi pertama Chery. Kombinasinya melibatkan baterai 1,83 kWh dengan mesin turbo 1,5 liter dan menghasilkan tenaga gabungan 165 kW atau 221 hp.
Chery mengklaim sistem HEV barunya bisa memberi jarak berkendara mode listrik yang lebih jauh. Sistem itu juga mendukung fitur vehicle-to-load atau V2L, yakni kemampuan memakai daya baterai mobil untuk menyalakan perangkat listrik.
Posisi J5 di lini global Jaecoo
Jaecoo J5 sendiri tidak dijual di China karena Chery tidak memasarkan merek Jaecoo di negara asalnya. Model ini dibangun di atas platform T1X milik Chery dan punya hubungan dekat dengan Omoda 5, Omoda 7, Omoda 9, serta Tiggo 5x.
Menurut Jaecoo Australia, J5 memiliki panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm, dan jarak sumbu roda 2.620 mm. Bobot kosongnya berada di kisaran 1.420 sampai 1.710 kg, bergantung pada varian dan sistem penggerak.
| Dimensi | Nilai |
|---|---|
| Panjang | 4.380 mm |
| Lebar | 1.860 mm |
| Tinggi | 1.650 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.620 mm |
| Bobot kosong | 1.420–1.710 kg |
Secara global, J5 ditawarkan dengan beberapa pilihan mesin. Opsi yang tersedia mencakup mesin bensin turbo 1,5 liter, plug-in hybrid, HEV pengisian mandiri, dan versi listrik murni.
Varian listrik diklaim punya jarak tempuh WLTP 402 kilometer dari baterai LFP 58,9 kWh. Jika LiDAR dan sistem hybrid baru benar masuk ke Jaecoo J5, model ini berpotensi mendapat penguatan di dua sektor yang paling dicari konsumen, yakni bantuan mengemudi dan efisiensi sistem hybrid.
