Jakarta Siap Jadi Pusat Koneksi Industri Baterai Asia, Nikel Indonesia Makin Strategis

Jakarta akan menjadi titik temu penting bagi industri baterai Asia saat The Battery Show Asia – Indonesia 2026 digelar di JIExpo Kemayoran. Ajang yang berlangsung pada 2-5 September 2026 ini diposisikan sebagai ruang pertemuan seluruh rantai industri baterai, dari produsen sel hingga penyedia sistem manajemen baterai dan infrastruktur daur ulang.

Pameran tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan baterai untuk mendukung kemandirian energi dan transisi industri di Indonesia. Momentum ini juga didorong oleh besarnya peluang pasar, termasuk proyeksi kenaikan nilai pasar baterai domestik sebesar 23,7 persen pada 2030 dan lonjakan pasar BESS dari USD 4,36 miliar menjadi USD 15,82 miliar pada 2032.

Nikel jadi modal utama Indonesia

Indonesia memanfaatkan nikel sebagai pintu masuk untuk memperkuat posisinya di rantai pasok baterai Asia. Cadangan nasional yang mencapai 1,6 juta ton menjadi salah satu dasar yang membuat ambisi itu dianggap memiliki pijakan kuat.

Di saat yang sama, baterai semakin penting dalam strategi kemandirian energi. Kondisi ini membuat pengembangan industri baterai tidak lagi hanya soal manufaktur, tetapi juga bagian dari arah besar transisi energi nasional.

Panggung besar di JIExpo

The Battery Show Asia – Indonesia 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026. Edisi kedua ini dirancang untuk memperluas jejaring teknologi kendaraan listrik di kawasan, sambil mempertemukan pelaku dari berbagai lapisan industri.

Pameran itu akan menjadi tempat bertemunya produsen sel baterai, penyedia BMS, hingga pelaku yang bergerak di bidang daur ulang. Dengan format seperti ini, penyelenggara ingin menghadirkan satu platform yang menghubungkan kebutuhan produksi, pengelolaan, dan keberlanjutan baterai.

Energi, manufaktur, dan data saling terhubung

Pameran baterai tersebut akan berlangsung bersamaan dengan Electric & Power Indonesia serta Data Center Asia. Kombinasi ini membentuk ekosistem yang menyatukan pembangkitan energi, penyimpanan daya, dan pengelolaan data digital dalam satu rangkaian yang saling terkait.

Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, menilai batas antara sektor energi, manufaktur, dan teknologi kini semakin tipis. Menurutnya, platform seperti ini dapat mempercepat kolaborasi dan inovasi sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional.

Pemain industri dan riset ikut hadir

Sejumlah nama dari industri dan riset juga dipastikan ikut meramaikan gelaran ini. NBRI dan PJCI terlibat untuk memastikan pembahasan soal keamanan serta efisiensi produksi baterai berjalan berbasis data.

Di sisi lain, PT Kaltimex Energy Indonesia dan PT Sekisui Polymatech menyiapkan solusi material untuk mendukung transfer panas yang lebih efisien. Kehadiran eksibitor global seperti BryAir dan Trafoindo Prima Perkasa menunjukkan bahwa kebutuhan solusi baterai makin luas di berbagai sektor industri.

Bagi pelaku usaha, ajang ini membuka peluang untuk masuk lebih awal ke pasar Indonesia yang tumbuh cepat sebagai pusat inovasi regional. Karena itu, JIExpo dipandang bukan sekadar lokasi pameran, melainkan ruang untuk membaca arah pasar dan membangun jejaring bisnis baru.

Sorotan pada suhu tropis dan ekonomi sirkular

Selain area pameran, pengunjung juga dapat mengikuti seminar teknis di TBSI Stage. Salah satu isu yang akan disorot adalah manajemen termal baterai di iklim tropis, topik yang penting untuk menjaga keamanan baterai kendaraan listrik di suhu tinggi Asia Tenggara.

Penyelenggara juga menempatkan ekonomi sirkular dan pengembangan SDM sebagai agenda utama. Kolaborasi industri dan pendidikan diharapkan melahirkan talenta lokal yang siap menghadapi tantangan transisi energi yang semakin kompleks.

Dorongan kebijakan memperkuat permintaan

Arah pasar baterai ikut terdorong oleh kebijakan pemerintah yang terus mempercepat transisi energi. Salah satu target yang menonjol adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 100 Gigawatt, yang pada akhirnya memperkuat kebutuhan akan sistem penyimpanan energi yang lebih besar, efisien, dan berkelanjutan.

Optimisme terhadap penyelenggaraan di Jakarta juga ditopang oleh pengalaman acara serupa di Hong Kong yang menarik belasan ribu pembeli profesional. Dengan latar tersebut, pameran di Kemayoran diproyeksikan menjadi katalis bagi pertumbuhan investasi hijau dan penguatan industri baterai nasional.

Source: id.mashable.com

Berita Terkait