Jantung Tak Harus Menunggu Olahraga, Jalan 15 Menit Setelah Makan Jadi Jeda Penting

Berjalan cepat selama 10 hingga 15 menit setelah makan siang dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk mendukung kesehatan jantung. Aktivitas singkat ini membantu tubuh memutus waktu duduk yang panjang selama bekerja.

Manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan gerak fisik, melainkan juga aliran darah, pengendalian gula darah, dan respons tubuh terhadap stres. Ketiga hal tersebut berhubungan dengan beban kerja sistem kardiovaskular pada penghujung hari.

Langkah singkat untuk tubuh yang lama diam

Duduk berjam-jam membuat darah cenderung berkumpul di tungkai bawah akibat pengaruh gravitasi. Situasi ini dapat memperlambat aliran darah dan membuat pembuluh darah sementara waktu menjadi kurang lentur.

Saat berjalan, otot kaki terutama otot betis berkontraksi dan bekerja seperti pompa alami. Gerakan ini membantu mendorong darah kembali menuju jantung untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

Dr. Nadim Geloo, kardiolog sekaligus Medical Director Abbott, menilai kebiasaan tersebut relevan bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk. Kepada Men’s Journal, ia menyebut jalan cepat usai makan siang sebagai rutinitas yang baik bagi jantung.

“Berjalan cepat selama 10 hingga 15 menit sesaat setelah makan siang adalah salah satu kebiasaan terbaik untuk kesehatan jantung,” kata Geloo. Pernyataan itu juga dikutip oleh Kompas.com.

Membantu otot menggunakan glukosa

Kadar glukosa darah meningkat setelah makan sebagai bagian dari proses pencernaan. Jika tubuh langsung diam, glukosa dapat bertahan lebih lama dalam aliran darah dan memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah.

Otot rangka membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar ketika seseorang berjalan kaki. Karena itu, aktivitas setelah makan dapat membantu otot mengambil glukosa langsung dari aliran darah.

Geloo menjelaskan, kebiasaan berjalan 10 hingga 15 menit dapat pula membantu menurunkan lonjakan insulin setelah makan. Proses tersebut dinilai mendukung kondisi pembuluh darah tetap sehat.

Jeda dari tekanan kerja sore hari

Sore hari sering menjadi waktu ketika rapat, tenggat, dan tuntutan pekerjaan meningkat. Tekanan tersebut dapat memicu naiknya hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Kortisol dan adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung sekaligus menyempitkan pembuluh darah. Apabila stres tidak dikelola, kondisi itu dapat menambah kerja jantung.

Jalan kaki di luar ruangan menawarkan jeda fisik dari meja kerja dan paparan cahaya alami. Geloo menyebut aktivitas ini dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang berkaitan dengan respons relaksasi tubuh.

Respons relaksasi tersebut dapat membantu menurunkan detak jantung dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Dengan demikian, berjalan setelah makan siang dapat berfungsi sebagai selingan gerak sekaligus cara meredakan ketegangan sore hari.

Tambahan langkah dalam rutinitas harian

Jalan kaki singkat bukan satu-satunya penentu kesehatan jantung, tetapi dapat menambah jumlah langkah harian secara konsisten. Laporan yang memuat keterangan Geloo juga menampilkan kaitan antara jumlah langkah lebih tinggi dengan risiko kardiovaskular dan kematian yang lebih rendah.

Indikator aktivitasPerbandingan risiko
Sekitar 7.000 langkah per hariRisiko penyakit kardiovaskular 25 persen lebih rendah
Dibandingkan sekitar 2.000 langkah per hariRisiko kematian akibat berbagai penyebab 47 persen lebih rendah

Memulai dari 10 hingga 15 menit setelah makan siang dapat menjadi pilihan praktis bagi orang yang sulit menyediakan waktu olahraga lebih lama. Rutinitas ini mengganti sebagian waktu diam dengan gerakan yang membantu sirkulasi tubuh tetap berjalan.

Berita Terkait