Iran memperingatkan respons terhadap serangan baru Amerika Serikat atas fasilitas nuklirnya dapat menjangkau lebih dari satu sasaran. Pangkalan serta aset militer AS di Timur Tengah disebut berpotensi masuk dalam pertimbangan Teheran.
Peringatan itu juga mencakup kepentingan negara-negara yang mendukung tindakan permusuhan terhadap Iran. Sumber militer Iran menilai serangan baru tidak akan mengakhiri krisis, melainkan memperluas konflik di kawasan.
Respons Dinyatakan Tidak Akan Terbatas
Dalam pernyataan kepada RIA Novosti, sumber militer Iran menegaskan bahwa balasan atas serangan baru terhadap fasilitas nuklir tidak akan dibatasi. “Tanggapan setelah serangan baru apa pun terhadap fasilitas nuklir Iran tidak akan terbatas,” kata sumber tersebut.
Sumber itu menyatakan tindakan militer tambahan dapat membuat AS dan pihak pendukungnya menanggung biaya yang besar. Namun, tidak ada penjelasan mengenai target spesifik, waktu, maupun bentuk respons yang akan dilakukan Iran.
Ancaman tersebut menempatkan aset militer AS di Timur Tengah sebagai salah satu titik perhatian utama. Pangkalan AS dan fasilitas yang mewakili kepentingan Washington disebut dalam konteks sasaran yang mungkin dipertimbangkan.
Ketegangan Meningkat setelah Ancaman Washington
Pernyataan Iran muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang sejumlah lokasi di Iran yang dinilai Washington berkaitan dengan program nuklir Teheran. Trump mengatakan lokasi-lokasi itu dapat menjadi sasaran serangan besar.
Ancaman tersebut disampaikan pada Selasa, 21 Juli, tanpa menyebut rincian lokasi yang dimaksud. Situasi ini memperbesar perhatian terhadap program nuklir Iran, yang kembali menjadi pusat pertentangan kedua negara.
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 28 Februari | Konflik yang disebut dalam laporan mulai terjadi. |
| Sebelum 18 Juni | Teheran dan Washington menandatangani memorandum penghentian konflik. |
| Sejak 8 Juli | Pasukan AS melakukan serangkaian serangan terhadap Iran. |
| 21 Juli | Trump menyatakan lokasi terkait program nuklir Iran dapat diserang. |
Memorandum Berujung pada Ketegangan Baru
Teheran dan Washington sebelumnya menandatangani memorandum pada malam sebelum 18 Juni untuk menjamin berakhirnya konflik yang dimulai pada 28 Februari. Akan tetapi, rangkaian serangan AS terhadap Iran dilaporkan berlangsung sejak 8 Juli.
Komando Pusat AS menyatakan operasi tersebut merupakan balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Jalur laut itu kemudian menjadi salah satu konteks utama dalam peningkatan ketegangan antara kedua pihak.
Iran merespons serangan AS dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan. Setelah respons tersebut, Trump menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran tidak lagi berlaku.
Risiko Meluas ke Kawasan
Pernyataan sumber militer Iran menunjukkan bahwa konflik tidak lagi dipandang hanya terkait serangan langsung ke wilayah Iran. Kepentingan AS dan sekutunya di kawasan disebut dapat ikut terdampak bila serangan terhadap fasilitas nuklir kembali terjadi.
Dengan gencatan senjata yang dinyatakan berakhir, Konflik AS-Iran kembali berpusat pada ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir dan aset militer di Timur Tengah. Belum ada penjelasan lebih lanjut dari Iran mengenai langkah yang akan ditempuh setelah peringatan tersebut.
Source: mediaindonesia.com






