Jalan Sehat 10 Ribu Buruh Warnai May Day Jateng, Fokus Bergeser ke Rumah dan Daycare

Pemprov Jawa Tengah akan memusatkan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada isu yang paling dekat dengan kebutuhan pekerja, yakni kesejahteraan dan hunian yang lebih terjangkau. Agenda ini tidak hanya berlangsung di satu lokasi, melainkan tersebar di 22 kabupaten/kota agar lebih banyak buruh bisa ikut terlibat.

Pusat peringatan tingkat provinsi berada di Kabupaten Semarang, dengan sekitar 10.000 peserta dijadwalkan mengikuti jalan sehat sebagai agenda utama. Kegiatan itu juga melibatkan unsur tripartit, yaitu pemerintah, pekerja, dan pengusaha, dalam satu rangkaian bersama.

Peringatan dibuat serentak di banyak daerah

Pola perayaan yang dipilih Pemprov Jateng berbeda dari seremoni yang biasanya terkonsentrasi di satu titik. Seluruh rangkaian di daerah akan digelar serentak pada 1 Mei, sehingga semangat May Day dapat hadir di banyak wilayah sekaligus.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menjelaskan bahwa model seperti ini dipilih agar peringatan buruh terasa lebih dekat dengan para pekerja. Pemerintah provinsi ingin memastikan May Day tidak berhenti sebagai acara simbolik, tetapi benar-benar memberi ruang partisipasi yang lebih luas.

Daycare jadi perhatian bagi buruh yang punya anak

Salah satu agenda yang menonjol dalam peringatan di Kabupaten Semarang adalah peresmian fasilitas daycare. Tempat penitipan anak itu diinisiasi pemerintah kabupaten dan akan dikelola secara kolaboratif oleh unsur tripartit.

Keberadaan daycare dinilai penting untuk membantu buruh yang tetap harus bekerja sambil mengurus anak kecil. Fasilitas ini juga diharapkan memberi dukungan khusus bagi pekerja perempuan agar urusan pengasuhan tidak mengganggu aktivitas kerja di pabrik atau perusahaan.

Hunian subsidi masuk dalam agenda May Day

Selain pengasuhan anak, kebutuhan rumah juga ditempatkan sebagai isu penting dalam peringatan buruh di Jawa Tengah. Momentum May Day dimanfaatkan untuk mempercepat sosialisasi program tiga juta rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP.

Ahmad Aziz menyebut dialog gubernur dengan serikat buruh sebelumnya juga sudah diisi dengan sosialisasi program tersebut. Sasaran utamanya adalah buruh yang belum memiliki rumah sendiri dan membutuhkan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau.

Bank Jateng ikut mempermudah akses rumah

Pemprov Jateng menggandeng Bank Jateng untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi buruh. Skema yang disiapkan menawarkan bunga ringan dan tenor panjang agar pekerja lebih mudah masuk ke program hunian subsidi.

Arah kebijakan ini juga dikaitkan dengan kebutuhan buruh untuk tinggal lebih dekat dengan tempat kerja. Dengan begitu, pengeluaran harian dapat ditekan dan mobilitas pekerja menjadi lebih efisien tanpa menambah beban biaya yang besar.

Fokus pada kebutuhan nyata pekerja

Rangkaian May Day di Jawa Tengah menunjukkan bahwa peringatan buruh diarahkan pada kebutuhan yang bersifat langsung dan praktis. Pemerintah provinsi menempatkan layanan sosial, fasilitas pengasuhan anak, dan kepemilikan rumah sebagai bagian dari agenda yang relevan dengan kehidupan sehari-hari pekerja.

Pelibatan tripartit, kegiatan serentak di 22 daerah, serta dorongan terhadap daycare dan rumah subsidi menjadi gambaran bahwa May Day di Jateng tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan. Agenda itu juga menjadi ruang untuk memperkuat dukungan sosial dan ekonomi bagi buruh di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Source: regional.kompas.com

Berita Terkait