Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pagu sekitar Rp 3,013 miliar untuk rehabilitasi ruas Ngadirojo-Biting di Kabupaten Wonogiri. Ruas sepanjang sekitar 1 kilometer itu masuk daftar jalan provinsi yang akan mendapat penanganan minor karena kondisi kerusakannya dinilai cukup berat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Tengah memperbaiki beberapa titik jalan provinsi di Wonogiri yang mengalami kerusakan serius. Selain Ngadirojo-Biting, dua ruas lain juga sudah disiapkan penanganannya melalui alokasi anggaran Peraturan Kepala Daerah atau Perkada Jawa Tengah.
Kerusakan terlihat di beberapa ruas utama
Kondisi lapangan yang ditemukan menunjukkan aspal mengelupas, bergelombang, dan berlubang di sejumlah titik. Kerusakan itu paling menonjol di ruas Ngadirojo-Giriwoyo, yang juga masuk daftar perbaikan masif bersama ruas Manyaran-Blimbing.
Pengecekan langsung dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Jawa Tengah pada Senin (15/5/2026). Kegiatan itu dipimpin Kepala DPUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro bersama jajarannya, didampingi Kepala Dinas DPUPR Wonogiri Prihadi Ariyanto.
Dua ruas besar akan dibeton
Untuk ruas Ngadirojo-Giriwoyo, pemerintah menyiapkan pagu sekitar Rp 24,1 miliar dengan konstruksi beton. Penanganan ini menyasar ruas sepanjang sekitar 1,65 kilometer dan menjadi salah satu fokus utama perbaikan jalan provinsi di wilayah tersebut.
Ruas Manyaran-Blimbing juga masuk daftar perbaikan masif dengan alokasi anggaran sekitar Rp 5,7 miliar. Dengan tiga penanganan itu, Pemprov Jawa Tengah menargetkan pemulihan kondisi jalan provinsi di Wonogiri berjalan lebih menyeluruh.
Penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan
DPUPR Jawa Tengah membedakan bentuk penanganan sesuai kondisi masing-masing ruas. Jalur yang mengalami kerusakan lebih berat diarahkan ke rehabilitasi masif, sementara ruas yang kerusakannya lebih ringan akan mendapat perbaikan minor.
Pembagian itu membuat Ngadirojo-Biting tetap masuk prioritas meski nilai anggarannya lebih kecil dibanding dua ruas lain. Sementara itu, Ngadirojo-Giriwoyo dan Manyaran-Blimbing menjadi titik dengan kebutuhan penanganan yang lebih besar karena kondisi fisiknya sudah lebih parah.
Langkah pengecekan lapangan tersebut sekaligus menjadi dasar pemetaan pekerjaan yang akan dijalankan di Wonogiri. Pemerintah provinsi berharap perbaikan yang disiapkan bisa mengurangi gangguan perjalanan di jalur-jalur utama penghubung wilayah itu.
Source: radarsolo.jawapos.com






