Jalur Trenggalek-Ponorogo Ditutup Lagi, Mobil Kecil Dialihkan Lewat Rute Bawah

Author: Redaksi Android62

Petugas menutup sementara akses utama Trenggalek-Ponorogo setelah longsor kembali menjatuhkan batu ke badan jalan di KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Penutupan dilakukan sejak pukul 04.30 WIB untuk menghindari risiko kecelakaan di ruas provinsi yang menjadi penghubung dua wilayah itu.

Selama jalur utama belum aman, kendaraan roda dua dan mobil pribadi dialihkan melalui jalur alternatif bawah. Jalur tersebut belum disarankan untuk kendaraan besar dan truk bermuatan karena ruang lintasnya terbatas.

Kepala BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono menegaskan penutupan akan terus diberlakukan sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman. Material yang menutup jalan juga masih dibersihkan oleh petugas di lapangan.

Upaya pembersihan masih berlangsung

BPBD bersama petugas terkait masih menangani material longsor sambil mengatur arus lalu lintas di lokasi. Langkah ini diambil agar mobilitas dari Trenggalek ke Ponorogo maupun arah sebaliknya tetap bisa berjalan, meski melalui pengalihan.

Penutupan sementara dipilih karena batu dari tebing kembali ditemukan berada di badan jalan dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Kondisi itu membuat akses utama tidak bisa dibuka untuk semua jenis kendaraan.

Lokasi yang sama pernah terganggu sehari sebelumnya

Titik longsor di KM 16 itu bukan pertama kali bermasalah dalam waktu berdekatan. Penutupan jalur yang sama juga sempat terjadi sehari sebelumnya saat hujan deras pada Kamis sore.

Saat itu, material batu dari tebing setinggi 100 meteran lebih berguguran ke jalan raya Trenggalek-Ponorogo yang berada tepat di bawahnya. Setelah hujan reda, petugas langsung melakukan upaya normalisasi untuk memulihkan arus lalu lintas.

Namun pada Jumat pagi, jalur kembali ditutup karena masih terjadi guguran batu pasir dari atas tebing. Kondisi tersebut kembali dinilai berbahaya bagi pengendara yang melintas di bawahnya.

Fokus utama tetap keselamatan pengguna jalan

Stefanus menjelaskan bahwa penutupan sementara dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Kekhawatiran itu juga muncul karena sebelumnya sempat ada kendaraan yang tertimpa material longsor di lokasi tersebut.

Karena itu, pengguna jalan diminta mengikuti arahan pengalihan arus yang sudah disiapkan petugas. Kondisi jalur akan dievaluasi sebelum akses utama dibuka kembali untuk seluruh jenis kendaraan.

Source: jatim.antaranews.com
Berita Terbaru