Lahan Sawah Jateng Makin Terhimpit, Pemprov Percepat Penetapan LSD untuk Menahan Konversi

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penetapan Lahan Sawah Dilindungi atau LSD untuk menahan laju alih fungsi sawah yang terus ditekan kebutuhan industri, investasi, dan perumahan. Langkah ini dipandang penting agar lahan pertanian produktif tidak makin mudah berubah peruntukan di tengah dorongan pembangunan yang terus bergerak.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai persoalan ini belum bisa dilepas dari penetapan luas baku lahan sawah di sejumlah daerah yang belum sepenuhnya tuntas. Karena batas ruang pertanian belum benar-benar jelas, sawah yang masih tersisa menjadi lebih rentan masuk ke dalam rencana pembangunan nonpertanian.

Tekanan paling kuat datang dari tiga sektor

Luthfi menyebut industri, investasi, dan perumahan sebagai tiga kebutuhan utama yang paling sering mendorong perubahan lahan. Ketiganya memberi tekanan langsung pada area sawah yang masih produktif di berbagai daerah.

Ia mencontohkan situasi saat pengembang perumahan ingin membangun di lokasi strategis. Namun, lahan yang dibidik ternyata masuk kawasan hijau yang seharusnya dipertahankan untuk pertanian.

Kondisi seperti itu membuat pengendalian alih fungsi lahan tidak bisa ditunda. Di satu sisi, daerah membutuhkan ruang tumbuh untuk ekonomi dan pembangunan. Di sisi lain, lahan pangan harus tetap dijaga agar tidak terus menyusut.

LSD dipacu sebagai batas yang lebih tegas

Pemprov Jateng menempatkan LSD sebagai alat untuk memberi batas yang lebih jelas antara lahan yang boleh berkembang dan lahan yang harus dipertahankan. Skema ini diharapkan membantu pemerintah daerah menata ruang tanpa mengorbankan sawah produktif.

Luthfi menegaskan penataan tersebut bukan untuk menghambat investasi. Pemerintah, menurut dia, ingin memastikan setiap kawasan berkembang sesuai peruntukannya sehingga pembangunan tetap berjalan pada tempat yang tepat.

Dengan penetapan LSD, daerah diharapkan memiliki pegangan yang lebih pasti saat menentukan wilayah pengembangan. Pada saat yang sama, sawah yang masih produktif bisa terlindungi dari tekanan pembangunan yang datang bertahap.

Kepastian tata ruang jadi kunci

Selain menahan alih fungsi, LSD juga diposisikan sebagai instrumen untuk memberi kepastian tata ruang. Hal ini penting agar kawasan yang aman untuk investasi bisa dibedakan dari lahan yang wajib dijaga sebagai ruang pertanian.

Luthfi menekankan perlunya menjaga ruang terbuka hijau agar tidak berubah seenaknya. Menurut dia, penyusunan LSD dibutuhkan supaya lahan digunakan sesuai fungsinya dan tidak terus tergerus pembangunan.

Masalah ini menjadi krusial karena menyentuh dua kepentingan besar sekaligus, yakni pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan. Tanpa penataan ruang yang tegas, lahan pertanian berisiko semakin menyempit di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.

Jateng dikejar waktu menutup celah perubahan lahan

Alih fungsi sawah di Jawa Tengah terus bergerak seiring tekanan kebutuhan industri, investasi, dan perumahan. Situasi itu membuat pemerintah daerah harus bergerak cepat agar sawah produktif tidak semakin banyak berubah fungsi.

Percepatan LSD menunjukkan upaya Pemprov Jateng untuk menutup celah perubahan lahan yang selama ini terjadi. Fokusnya bukan hanya menjaga lahan pertanian, tetapi juga memberi arah yang lebih jelas bagi industri, investasi, dan perumahan agar tidak masuk ke area yang semestinya dipertahankan.

Source: indoraya.news
Berita Terbaru