Jam Terminal BBM Aceh Bertambah 6 Jam, Pengiriman Mobil Tangki Naik 65 Persen

Author: Redaksi Android62

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menambah rata-rata jam layanan terminal BBM di Aceh dari 8 jam menjadi 14 jam setiap hari. Penguatan ini disertai peningkatan frekuensi pengiriman mobil tangki hingga sekitar 65 persen untuk mempercepat penyaluran energi.

Langkah tersebut menempatkan Aceh sebagai salah satu titik penting dalam pengamanan distribusi BBM di wilayah Sumbagut. Layanan di Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya juga diperluas hingga hari Minggu.

Terminal Diperpanjang untuk Menjaga Arus Distribusi

Penambahan enam jam layanan memberi ruang lebih besar bagi terminal untuk melayani kebutuhan penyaluran ke titik distribusi. Pertamina juga mengoptimalkan skema alih suplai antar-terminal agar ketersediaan BBM tetap terjaga saat kebutuhan harus dipenuhi dengan cepat.

Pengaturan ini merupakan bagian dari pemantauan berkelanjutan yang dilakukan di seluruh wilayah kerja Regional Sumbagut. Perusahaan berupaya merespons perubahan kondisi lapangan tanpa mengganggu layanan energi bagi masyarakat.

Wilayah Fokus Operasional Langkah Pengamanan
Aceh Kelancaran penyaluran dari terminal Jam layanan 14 jam, operasional Minggu, pengiriman mobil tangki naik sekitar 65 persen
Riau Stok dan jalur logistik utama Pemantauan stok serta kelancaran Jalinsum menuju terminal dan SPBU
Kepulauan Riau Keandalan distribusi kepulauan Monitoring stok dan penyaluran ke seluruh SPBU

Jalur Logistik Riau Turut Diawasi

Selain terminal di Aceh, perhatian operasional diarahkan ke Riau yang mengandalkan kelancaran jalur logistik utama. Jalan Lintas Sumatera atau Jalinsum dipantau karena menjadi koridor penyaluran BBM menuju Fuel Terminal dan SPBU.

Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan distribusi berjalan sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi. Pertamina tidak menyebut adanya gangguan pasokan, namun menegaskan pengawasan rantai logistik terus dilakukan.

Di Kepulauan Riau, perusahaan menyatakan stok BBM berada dalam kondisi aman dan penyaluran ke seluruh SPBU berjalan lancar. Karakter wilayah kepulauan membuat pengawasan distribusi perlu dijalankan secara konsisten.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Pengamanan pasokan tidak hanya dilakukan melalui pengaturan terminal dan pemantauan jalan distribusi. Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi lintas fungsi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, serta pemangku kepentingan lain.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan perhatian perusahaan mencakup seluruh area layanan. Menurutnya, pemantauan tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan atau penyesuaian distribusi.

“Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut,” ujar Fahrougi dalam keterangannya yang dikutip VIVA pada 20 Juli 2026. Ia menegaskan langkah itu dilakukan agar keandalan pasokan BBM terjaga dan masyarakat tetap memperoleh layanan energi secara optimal.

Pertamina menyatakan evaluasi serta langkah antisipatif akan dilanjutkan untuk menjaga layanan BBM di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau. Sinergi dengan berbagai pihak dipandang penting agar penyaluran energi tetap aman, lancar, dan berkelanjutan.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru