Seorang terduga pelaku jambret yang membawa celurit ditangkap warga bersama petugas Dinas Perhubungan Jakarta Selatan di Jalan Pedurenan. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu celurit dan tiga unit telepon genggam.
Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Setiabudi untuk menjalani penanganan lebih lanjut. Sementara itu, satu rekan pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil melarikan diri.
Penangkapan terjadi setelah pelaku terjatuh dari sepeda motor saat berusaha meninggalkan kawasan sekitar CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan. Lalu lintas yang sedang padat membuat upaya pelarian dua pelaku itu terhambat.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Bernad Octavianus Pasaribu menyatakan pelaku diamankan di jalan sirip dari lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor Rasuna Said. Warga di sekitar lokasi turut merespons kejadian tersebut sebelum pelaku dibawa ke kantor polisi.
Teriakan Korban Memicu Respons Warga
Peristiwa bermula ketika seorang perempuan berteriak meminta pertolongan karena menjadi sasaran penjambretan. Korban disebut sebagai ibu paruh baya dalam kejadian di sekitar kawasan CFD Rasuna Said itu.
Teriakan tersebut didengar warga di sekitar Jalan Pedurenan. Respons warga dan petugas kemudian menghentikan pelarian salah satu pelaku.
Menurut Bernad, kedua pelaku menggunakan sepeda motor ketika meninggalkan lokasi. Salah satu dari mereka jatuh saat melaju di tengah kepadatan kendaraan.
“Kronologinya warga ada yang teriak ‘jambret’, pelaku melarikan diri dengan sepeda motor karena lalu lintas di sekitar sedang padat, pelaku terjatuh dari motor,” kata Bernad. Ia menyebut jumlah pelaku dalam aksi itu terdiri dari dua orang.
Celurit dan Ponsel Diamankan
Petugas menemukan senjata tajam berupa celurit pada pelaku yang tertangkap. Tiga telepon genggam juga diamankan sebagai barang bukti dalam penanganan kasus ini.
Bernad mengatakan salah satu pelaku membawa senjata tajam ketika beraksi. Barang bukti tersebut selanjutnya diserahkan dalam penanganan kepolisian.
“Salah satunya membawa sajam berupa celurit dan barang bukti berupa satu buah celurit dan tiga handphone,” ujar Bernad. Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kepemilikan maupun asal tiga telepon genggam yang diamankan.
Motif Masih Didalami
Kepolisian masih mendalami alasan di balik dugaan penjambretan tersebut. Pendalaman dilakukan setelah seorang pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan.
Bernad menyatakan proses penyelidikan mengenai motif berada dalam kewenangan kepolisian. “Dari pihak kepolisian masih didalami alasannya,” katanya.
Keberadaan pelaku kedua yang melarikan diri belum dijelaskan lebih lanjut. Kasus ini terjadi ketika aktivitas lalu lintas di sekitar CFD Rasuna Said dilaporkan sedang padat.
Source: news.detik.com






