Jamur di Kalimantan Ini Memangsa Jamur Zombi, Temuannya Bisa Ubah Banyak Hal

Author: Redaksi Android62

Di hutan tropis Kalimantan, para ilmuwan menemukan jamur yang tidak menyerang serangga secara langsung, melainkan memangsa jamur lain yang sudah lebih dulu menginfeksi serangga. Temuan ini membuka gambaran baru tentang betapa rumitnya rantai kehidupan di hutan hujan yang masih menyimpan banyak misteri.

Spesies baru itu diberi nama Pleurocordyceps cornusynnemata. Jamur ini ditemukan tim ilmuwan asal Malaysia di Lembah Danum, Sabah, wilayah utara pulau Kalimantan, dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Phytotaxa pada April 2026.

Hiperparasit yang menyerang jamur zombi

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Institut Biologi Tropis dan Konservasi, Universitas Malaysia Sabah, menunjukkan bahwa jamur ini hidup sebagai hiperparasit. Artinya, ia menjadi parasit bagi parasit lain, dalam hal ini jamur dari genus Ophiocordyceps.

Ophiocordyceps dikenal luas sebagai “jamur zombi” karena mampu mengendalikan sistem saraf serangga. Setelah menguasai inangnya, jamur itu membuat perilaku serangga bergerak tidak wajar sebelum akhirnya membunuhnya.

Berburu saat jamur zombi berkembang biak

Setelah inang serangga mati, jamur zombi tumbuh keluar dari tubuh serangga dan menyebarkan spora baru. Pada tahap inilah Pleurocordyceps cornusynnemata masuk dan memakan jaringan jamur zombi yang sedang berkembang biak di dalam tubuh serangga tersebut.

Jaya Seelan Sathiya Seelan, Wakil Direktur Institut, menjelaskan bahwa mekanisme ini berbeda dari jamur zombi yang memanipulasi perilaku serangga. Menurut dia, keberadaan Pleurocordyceps justru berpotensi menghentikan penyebaran jamur zombi yang mematikan itu.

Ciri tanduk yang membuatnya mudah dikenali

Nama belakang spesies baru ini merujuk pada bentuk tubuhnya yang menyerupai tanduk yang menonjol dari inang. Ciri tersebut membuatnya mudah dibedakan dari jamur sejenis lain yang pernah didokumentasikan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa Pleurocordyceps bukan hiperparasit pertama yang pernah ditemukan di dunia. Namun, spesies ini menjadi yang pertama dari genusnya yang memiliki struktur berbentuk tanduk yang sangat jelas dan unik.

Temuan lain di lokasi yang sama

Penemuan di Kalimantan itu tidak berhenti pada satu spesies. Tim peneliti juga menemukan jamur baru lain bernama Leptobacillium geminatum, yang memiliki cara membunuh berbeda dan menarget laba-laba.

Jamur tersebut menyebarkan spora ke seluruh tubuh laba-laba hingga hewan itu mati. Dengan cara hidup ekstrem seperti itu, Leptobacillium geminatum menambah daftar organisme jamur unik yang ditemukan di hutan tropis.

Potensi untuk kesehatan dan pertanian

Dari sisi manfaat, para peneliti menilai dua temuan ini punya potensi besar bagi kesehatan dan pertanian. Jamur-jamur yang baru didokumentasikan itu disebut bisa menjadi bahan dasar pengembangan obat antimikroba generasi mendatang.

Selain itu, keduanya juga berpeluang digunakan sebagai agen pengendali hayati untuk membasmi hama tanaman pertanian. Temuan tersebut kembali menegaskan bahwa hutan hujan tropis di Kalimantan masih menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru