iCAR V27 tampil menonjol karena menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan dalam satu SUV listrik: tenaga besar, jarak tempuh panjang, dan kemampuan melintas medan berat. Dalam pengujian di China, model ini tidak hanya diuji di jalan raya, tetapi juga dibawa ke trek off-road profesional untuk membuktikan bahwa elektrifikasi masih bisa dipasangkan dengan karakter petualang.
SUV ini juga diarahkan sebagai model global, sehingga uji coba yang dilakukan bersama sejumlah jurnalis internasional, termasuk dari Indonesia, punya konteks yang lebih luas. Rute yang dipilih dibuat untuk menilai efisiensi, kenyamanan, dan daya tahan sistem REEV atau Range-Extended Electric Vehicle dalam kondisi yang mendekati pemakaian nyata.
Uji jalan yang dibuat menyerupai aktivitas harian
Perjalanan uji di jalan umum menempuh sekitar 160 kilometer dari Wuhu menuju Nanjing. Jalurnya melintasi jalan kota, jalan tol, dan kontur yang berubah-ubah, sehingga memberi gambaran yang lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Mark Yang, Country Director iCAR Indonesia, menjelaskan bahwa pengujian bersama media termasuk dari Indonesia dilakukan untuk menunjukkan kesiapan teknologi V27. Ia juga menekankan bahwa pendekatan itu relevan dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh di Indonesia.
Kesan pertama di balik kemudi
Saat dicoba langsung, V27 memberi impresi sebagai SUV besar yang percaya diri. Posisi duduk yang tinggi membantu visibilitas, sementara kabin yang lega dan jok elektrik memudahkan pengemudi mencari posisi duduk yang paling nyaman.
Di bagian interior, iCAR tetap mempertahankan banyak tombol fisik. Pilihan ini membuat pengoperasian terasa lebih praktis, terutama di tengah tren mobil listrik yang semakin bergantung pada layar sentuh.
Tenaga listrik yang tetap terasa kuat
Karakter berkendaranya tetap dekat dengan mobil listrik murni. Akselerasi terasa instan dan responsif, sesuai dengan peran motor listrik sebagai penggerak utama.
Dapur pacunya menggunakan motor listrik dengan tenaga hingga 335 kW atau sekitar 449 Tk dan torsi 505 Nm. Sementara itu, mesin 1.5 liter turbo di dalamnya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai, bukan sebagai penggerak utama.
Dengan konfigurasi tersebut, V27 diklaim mampu menempuh jarak total lebih dari 1.000 kilometer. Dalam mode listrik murni, jaraknya juga disebut lebih dari 150 kilometer, sehingga memberi ruang besar untuk perjalanan jauh tanpa terlalu sering memikirkan pengisian daya.
Kabin belakang ikut dibuat nyaman
Kenyamanan juga terasa di baris kedua. Ruang kaki dan ruang kepala tergolong lapang, lalu joknya dibuat empuk, lebar, dan memakai material kulit sintetis yang lembut.
Fitur ventilasi pada kursi belakang turut membantu menjaga kenyamanan selama perjalanan panjang. Hal ini membuat V27 tidak hanya terlihat siap untuk penggunaan harian, tetapi juga cocok untuk perjalanan luar kota yang lebih lama.
Tetap stabil saat masuk medan berat
Di jalan raya, V27 memperlihatkan karakter yang tenang. Handling terasa stabil, distribusi tenaga mengalir halus, dan sistem i-AWD atau Intelligent All-Wheel Drive membantu menjaga traksi saat permukaan jalan berubah.
Suspensi depan MacPherson dan belakang multi-link ikut menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan kontrol. Kombinasi itu membuat perjalanan di jalan mulus terasa lebih mudah dinikmati, tanpa menghilangkan rasa mantap khas SUV.
Pengujian kemudian berlanjut ke trek off-road profesional di Longshan. Di lintasan itu, V27 harus melewati tanjakan curam, area berbatu, pasir dan tanah longgar, hingga water crossing.
Dalam kondisi seperti itu, sistem i-AWD kembali menunjukkan fungsinya. Traksi tetap terjaga, mobil tetap stabil, dan V27 masih sanggup melintasi kubangan lumpur licin tanpa kesulitan berarti. Dari situ, iCAR V27 memperlihatkan bahwa SUV elektrifikasi ini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga tetap mempertahankan kemampuan jelajah yang menjadi bagian penting dari identitasnya.
Source: www.liputan6.com






