Jarak Tempuh 434 Km Jadi Andalan, Leapmotor B10 Mulai Unjuk Diri di Jakarta

Leapmotor B10 mulai mencuri perhatian di Jakarta bukan karena peluncuran resminya, melainkan karena kemunculan unit kamuflase yang wara-wiri di jalanan ibu kota. Cara ini membuat SUV listrik kompak tersebut langsung masuk radar publik sebelum benar-benar dijual di Indonesia.

Langkah itu juga memperlihatkan bahwa Leapmotor Indonesia sudah mulai membangun rasa penasaran dari jalanan, bukan hanya lewat materi promosi biasa. Mobil berbalut kamuflase dengan tampilan artistik dan visual mencolok itu memang dirancang agar mudah dikenali sekaligus memancing perhatian pengguna jalan.

Bekal ukuran kompak untuk pasar kota

Dari sisi ukuran, B10 diposisikan di segmen SUV listrik kompak yang cocok untuk kebutuhan perkotaan. Dimensinya disebut setara dengan BYD Atto 3 atau Toyota Corolla Cross, sehingga masih berada di kelas yang familiar bagi konsumen Indonesia.

Leapmotor B10 memiliki panjang 4.515 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.655 mm, dan wheelbase 2.735 mm. Proporsi ini membuatnya tidak terlalu besar, tetapi tetap memberi ruang kabin yang lapang untuk aktivitas harian.

Tenaga dan penggerak yang tidak biasa di kelasnya

Di balik bodinya, B10 memakai motor listrik tunggal dengan konfigurasi rear-wheel drive. Tenaganya mencapai 160 kW atau sekitar 218 dk, sedangkan torsi puncaknya 240 Nm.

Kombinasi itu membuat B10 tidak hanya mengandalkan efisiensi. Tata letak penggerak roda belakang juga memberi nilai tambah tersendiri di kelas SUV listrik kompak yang semakin ramai.

Jarak tempuh menjadi nilai jual utama

Untuk pasar Malaysia, Leapmotor B10 ditawarkan dengan dua pilihan baterai. Kapasitasnya terdiri dari 56,2 kWh dan 67,1 kWh.

Varian 56,2 kWh diklaim mampu menempuh 361 km berdasarkan standar WLTP. Sementara itu, baterai 67,1 kWh memiliki jarak tempuh hingga 434 km menurut pengujian WLTP, dan angka inilah yang menjadi salah satu daya tarik terkuat B10.

Dengan jarak tempuh 434 km, model ini punya modal yang cukup menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik kompak dengan daya jelajah lebih jauh. Data spesifikasi yang sudah beredar di kawasan ASEAN juga memberi gambaran awal tentang paket teknis yang kemungkinan akan dibawa ke Indonesia.

Sudah punya jejak di ASEAN

B10 bukan nama yang benar-benar baru di kawasan ini. SUV listrik tersebut sudah lebih dulu dipasarkan di dua negara tetangga ASEAN.

Kondisi itu membuat B10 berpeluang menjadi salah satu model yang segera menyusul masuk ke Indonesia. Bersama Leapmotor C10 BEV, kehadirannya menunjukkan bahwa merek ini tidak datang dengan satu produk saja.

C10 ikut masuk peta persaingan

Kemunculan B10 di Jakarta juga ikut menyeret nama C10 ke dalam pembicaraan. SUV yang lebih besar itu memiliki panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.825 mm.

C10 menggunakan motor listrik tunggal berpenggerak roda belakang dengan tenaga 100 kW atau sekitar 134 dk dan torsi 320 Nm. Baterainya berkapasitas 69,9 kWh, dengan klaim jarak tempuh 420 km berdasarkan WLTP.

Strategi perkenalan yang menekan rasa penasaran

Kehadiran B10 di jalanan Jakarta menunjukkan pola promosi yang cukup agresif. Leapmotor tampak ingin lebih dulu membangun pengenalan merek sebelum mobil itu resmi dipasarkan di Indonesia.

Penggunaan camouflage car membuat B10 mudah dikenali dan sekaligus menyalakan rasa penasaran di tengah lalu lintas ibu kota. Di pasar mobil listrik yang makin ramai, perpaduan ukuran kompak, tenaga 218 dk, dan jarak tempuh hingga 434 km membuat B10 punya bekal yang layak diperhitungkan.

Source: kabaroto.com

Berita Terkait