Provinsi Jawa Barat mendapat alokasi 42.508 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS dari pemerintah pusat. Jumlah ini menjadi dorongan besar bagi upaya perbaikan rumah warga berpenghasilan rendah di daerah tersebut.
Program BSPS diarahkan untuk membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan aman. Dengan alokasi sebesar itu, lebih banyak keluarga di Jawa Barat diperkirakan dapat merasakan manfaat perbaikan rumah.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan informasi tersebut melalui akun media sosial resminya. Ia menyebut bantuan itu sebagai Bedah Rumah Presiden Prabowo.
Sinergi Pemprov dan Pemerintah Pusat
Herman menegaskan bahwa alokasi BSPS lahir dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Di tingkat daerah, kerja sama itu dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau PKP. Herman menyebutnya sebagai bentuk kerja bersama Pemda Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian PKP.
Dampak bagi warga berpenghasilan rendah
BSPS merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini menjadi bagian dari agenda perbaikan hunian yang terus didorong melalui kerja sama pusat dan daerah.
Dengan 42.508 unit yang dialokasikan, cakupan manfaat program diperkirakan menjangkau lebih banyak keluarga di Jawa Barat. Perbaikan rumah pun diharapkan semakin memperluas akses warga terhadap hunian yang lebih layak.
