Jawa Tengah Siap Penuhi Kebutuhan Kurban 2026, Pengawasan Ternak Diperketat Hingga Jalur Distribusi

Jawa Tengah menegaskan posisinya sebagai salah satu penyangga utama subsektor peternakan nasional dengan populasi ternak yang besar dan produksi yang terus diproyeksikan tinggi. Pada 2026, total populasi sapi, kambing, dan domba di provinsi ini diperkirakan mencapai 6.413.010 ekor.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah lebih percaya diri dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat saat Idul Adha 2026. Defransisco Dasilva Tavares selaku Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menyebut kebutuhan kurban hanya sekitar 10 persen dari populasi ternak yang tersedia.

Pengawasan diperketat sampai jalur distribusi

Di tengah besarnya ketersediaan ternak, Pemprov Jateng tetap memperketat pengawasan agar hewan yang beredar aman dan layak dikonsumsi. Salah satu langkah yang diandalkan adalah program kesehatan hewan keliling atau Healing, yang menempatkan pemeriksaan lapangan sebagai ujung tombak pengawasan.

Program itu tidak hanya memeriksa kondisi ternak di tempat, tetapi juga menyasar lalu lintas hewan yang masuk dan keluar Jawa Tengah. Petugas kesehatan hewan diterjunkan langsung ke lapangan untuk memantau potensi penyebaran penyakit hewan menular.

Pemprov Jateng juga menguatkan vaksinasi, pemberian vitamin, serta pengawasan distribusi ternak. Dengan cara ini, pengawasan tidak berhenti pada tampilan fisik hewan, tetapi mencakup keamanan hewan dari hulu ke hilir.

Risiko penyakit ikut jadi perhatian

Langkah pengawasan tersebut disiapkan untuk menekan ancaman penyakit yang dapat mengganggu kualitas hewan kurban. Pemerintah juga memberi perhatian pada potensi zoonosis dan temuan cacing hati agar keamanan konsumsi tetap terjaga.

Selain pemeriksaan kesehatan, edukasi kepada pedagang dan masyarakat ikut digencarkan. Sosialisasi mengenai ciri hewan kurban yang sehat diarahkan agar pembeli tidak hanya terpaku pada penampilan luar ternak.

Upaya ini diharapkan membantu masyarakat memilih hewan kurban dengan lebih tepat. Di saat yang sama, para pedagang juga didorong lebih disiplin dalam menjaga kualitas ternak yang mereka jual.

Juru sembelih halal juga dipersiapkan

Perhatian pemerintah tidak berhenti pada tahap pemilihan hewan. Pemprov Jateng juga menjalankan uji kompetensi juru sembelih halal agar proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan peternakan menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan begitu, pengamanan kurban dilakukan bukan hanya dari sisi kesehatan hewan, tetapi juga dari sisi tata laksana penyembelihan.

Populasi ternak dan produksi tetap besar

Berdasarkan data dan proyeksi 2026, populasi ternak sapi, kambing, dan domba di Jawa Tengah diperkirakan terdiri atas 1.393.159 ekor sapi, 1.421.246 ekor domba, dan 3.598.605 ekor kambing. Totalnya mencapai 6.413.010 ekor dan memberi ruang yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada periode yang sama, produksi daging di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 942.496 ton. Produksi telur diproyeksikan 917.862.000 ton, sedangkan produksi susu diperkirakan 76.570 ton.

Peran peternak dan inseminator ikut dikuatkan

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno memberi apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan peternakan tersebut. Ia menilai peternak dan inseminator merupakan ujung tombak dalam mendorong ternak yang lebih efisien dan berkualitas.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki 766 inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Pemerintah juga mendorong transfer informasi peternakan menuju sistem yang lebih modern berbasis teknologi agar sektor ini semakin efisien dan mampu menjawab kebutuhan pasar.

Source: jateng.antaranews.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer