Toyota kembali memperlihatkan jarak yang sulit dikejar di pasar mobil Indonesia. Pada bulan lalu, merek ini mencatat 21.379 unit secara retail dan 24.846 unit secara wholesales, jauh di atas para pesaing terdekatnya.
Selisih tersebut membuat peta persaingan di kelas menengah lebih menarik untuk dibaca. Di bawahnya, justru merek-merek asal China seperti Jaecoo dan BYD yang saling menekan, sementara Geely mulai ikut meramaikan papan tengah.
Jaecoo dan BYD saling membayangi
Pada kelompok merek China, Jaecoo mencatat retail 3 ribu unit dan BYD berada sedikit di belakang dengan 2.892 unit. Selisih keduanya tipis, sehingga kompetisi di antara keduanya terlihat berlangsung sangat rapat.
Jaecoo baru menjual tiga model di Indonesia, sedangkan BYD sudah memiliki lebih dari lima model. Meski demikian, J5 EV justru menjadi model Jaecoo yang paling kuat dan mampu mengungguli tiga model BYD, yakni M6, Sealion 7, dan Atto 1.
Geely ikut menambah tekanan
Geely juga masuk daftar dengan penjualan 2.005 unit. Di tengah portofolio elektrifikasi yang masih terbatas, model EX2 menjadi yang paling diminati dan dinilai cukup kompetitif di segmennya.
EX2 bahkan disebut siap berhadapan dengan rival berat seperti Chery Q. Kehadiran Geely membuat pertarungan di kelas menengah tidak lagi hanya berkutat pada merek Jepang, melainkan juga pada perluasan jangkauan merek China yang bergerak agresif.
Daihatsu masih menjadi penantang terdekat Toyota
Di sisi lain, Daihatsu tetap berada di posisi berikutnya dengan 11.140 unit wholesales dan 12.531 unit retail. Namun, capaian itu masih terpaut lebar dari Toyota yang unggul di hampir semua lini penjualan.
Berbeda dengan Toyota yang ditopang banyak model populer, Daihatsu lebih mengandalkan lini mobil murah dan kendaraan niaga ringan. Gran Max menjadi andalan utama dengan penjualan yang melampaui Sigra dan Ayla.
Innova tetap menjaga dominasi Toyota
Kontributor terbesar Toyota masih datang dari Kijang Innova, terutama varian Zenix dan Reborn yang tetap diburu konsumen medium MPV. Popularitas model ini belum luntur karena menawarkan harga yang dinilai masih terjangkau, kabin lega, fitur lengkap, dan performa mesin yang optimal.
Reborn juga punya posisi unik karena masih menjadi satu-satunya MPV diesel yang dijual. Model lain seperti Avanza turut menjaga volume Toyota, sementara Yaris Cross HEV memperkuat portofolio di segmen elektrifikasi.
Di tengah persaingan yang ketat di lapisan menengah, merek Jepang lain juga masih berusaha menjaga ritme. Suzuki mencatat 5.971 unit retail dan Mitsubishi membuntuti sangat dekat dengan 5.763 unit, sedangkan Honda tertinggal di 3.646 unit.
Dengan jarak yang masih lebar di puncak dan persaingan yang makin rapat di bawahnya, pasar mobil Indonesia menunjukkan dua wajah sekaligus. Toyota tetap tak tergoyahkan, tetapi merek-merek China mulai membentuk pertarungan baru yang semakin sulit diabaikan.
Source: ridertua.com






