Jawa Timur Jadi Kunci, Wamenkop Dorong DEKOPINWIL Kawal Koperasi Merah Putih

Jawa Timur kini berada di garis depan pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan jumlah pembentukan mencapai 8.494 unit yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Capaian itu membuat provinsi ini menjadi salah satu titik paling penting dalam keberhasilan program strategis nasional tersebut.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menilai keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya koperasi yang berdiri. Menurut dia, yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap koperasi tumbuh sehat, produktif, profesional, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Farida saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah DEKOPINWIL Jawa Timur di Surabaya, Selasa malam (9/6/2026). Forum itu menjadi ruang konsolidasi gerakan koperasi sekaligus sarana memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan di tengah perubahan ekonomi yang terus bergerak.

Peran Gerakan Koperasi Dinilai Menentukan

Farida menyebut pemerintah dapat menyiapkan kebijakan, regulasi, dan ekosistem pendukung, tetapi gerakan koperasi tetap harus menjaga nilai, prinsip, dan jati diri koperasi. Karena itu, ia menilai peran DEKOPIN dan DEKOPINWIL sangat krusial untuk memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak berhenti pada tahap pembentukan.

Ia menyambut baik komitmen DEKOPIN dan DEKOPINWIL Jawa Timur untuk terus mengawal, mendampingi, dan memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Farida berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pendidikan perkoperasian serta meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi.

Targetnya Bukan Sekadar Berdiri

Farida menekankan bahwa setiap koperasi harus berkembang sebagai lembaga yang sehat dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Ia menilai kualitas pengelolaan di lapangan menjadi ukuran yang paling penting, bukan hanya jumlah unit yang tercatat.

Dalam pandangannya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa dan kelurahan. Program ini juga ditujukan untuk memperkuat rantai pasok nasional, memperluas akses pembiayaan masyarakat, dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Pada peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Nganjuk, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional. Dari jumlah itu, 530 unit berada di Provinsi Jawa Timur.

Basis Koperasi Jawa Timur Sangat Besar

Farida juga menyoroti kuatnya fondasi gerakan koperasi di Jawa Timur. Berdasarkan data Online Data System Kementerian Koperasi, provinsi tersebut memiliki 29.233 koperasi aktif dengan 7.021.652 anggota dan volume usaha Rp44,34 triliun.

Menurut dia, data itu menunjukkan Jawa Timur sebagai salah satu pusat kekuatan koperasi Indonesia. Dengan modal tersebut, provinsi ini dinilai berpotensi menjadi lokomotif pengembangan koperasi nasional, termasuk dalam mengawal keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Di tengah tantangan ekonomi global, Farida menilai nilai-nilai koperasi justru semakin relevan. Ia menyebut koperasi dapat menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi rakyat, memperluas kesempatan berusaha, dan membuat manfaat pembangunan lebih merata.

Farida juga menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Dalam pandangannya, koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang modern, profesional, sehat, dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman.

Selain Farida, acara itu turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Anik Maslachah, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari, Ketua Harian DEKOPIN Priskhianto, Ketua DEKOPINWIL Jawa Timur Slamet Sutanto, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa. Farida menutup pesannya dengan dorongan agar kolaborasi antara gerakan koperasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan semakin erat.

Source: rm.id

Berita Terkait