Jejak Fosil Mengungkap Asal Ular, Ternyata Tidak Sesederhana Kadal Tanpa Kaki

Jejak fosil menunjukkan ular tidak langsung lahir sebagai reptil tanpa kaki seperti yang dikenal sekarang. Di balik bentuk tubuhnya yang memanjang dan tampak sederhana, ada proses evolusi panjang yang membuat asal-usul ular jauh lebih rumit daripada sekadar “kadal yang kehilangan kaki”.

Bukti-bukti itu membuat hubungan ular dengan kadal terus menarik perhatian para ahli. Keduanya memang sama-sama berada dalam ordo Squamata, sehingga kemiripan tubuh, sisik, dan bentuk kepala sering memunculkan pertanyaan tentang garis keturunan ular.

Asal-usul yang diperkirakan sangat tua

Menurut Discover Magazine, ular dipercaya berevolusi dari kadal sekitar 100 atau 120 juta tahun lalu. Namun, kadal sendiri sudah muncul lebih dulu, sekitar 220 juta tahun lalu, sebelum sebagian garis keturunannya terpisah dan berubah menjadi ular.

Gambaran itu menunjukkan bahwa ular bukan hasil perubahan cepat. Jalur evolusinya berlangsung sangat panjang, dengan penyesuaian tubuh yang terjadi sedikit demi sedikit selama jutaan tahun.

Kaki tidak hilang dalam satu langkah

Para ahli menilai proses menuju tubuh tanpa kaki tidak terjadi sekali lalu selesai. Hilangnya kaki berlangsung berulang kali pada spesies yang berbeda, sehingga perubahan itu lebih mirip rangkaian adaptasi bertahap daripada satu peristiwa besar.

Tekanan lingkungan diduga berperan dalam perubahan tersebut. Bentuk tubuh yang makin ramping dan memanjang kemudian menjadi ciri yang bertahan, sementara anggota gerak perlahan menghilang dari beberapa garis keturunan.

Fosil yang memberi petunjuk kuat

Bukti penting datang dari fosil yang ditemukan di berbagai wilayah dunia. Salah satu temuan yang mencuri perhatian adalah Tetrapodophis di Brasil, yang diumumkan pada 2015 dan ditemukan memiliki empat kaki.

National Geographic menyebut fosil itu sebagai salah satu petunjuk kuat bahwa ular pernah memiliki anggota gerak. Temuan seperti ini membantu memperlihatkan bahwa tubuh ular modern bukan bentuk awal, melainkan hasil perubahan panjang dari leluhur yang berbeda.

Fosil ular tertua yang dikenal adalah Eophis underwoodi, dengan usia sekitar 167 juta tahun pada era dinosaurus. Dari titik ini, catatan fosil memperlihatkan bahwa ular purba tidak seragam dan bentuknya sangat beragam.

Ada ular purba yang masih menyimpan kaki

Sejumlah fosil lain menunjukkan ular yang belum sepenuhnya kehilangan anggota gerak. Pada zaman kapur sekitar 99-93 juta tahun lalu, Haasiophis hidup sebagai ular laut dengan dua kaki belakang.

Sekitar 90 juta tahun lalu, Najash juga masih memiliki kaki belakang dan dianggap penting untuk memahami evolusi ular. Kehadiran ciri ini memperkuat gambaran bahwa transisi menuju bentuk tanpa kaki terjadi bertahap, bukan mendadak.

Ragam ular purba sangat mengejutkan

Catatan fosil juga menampilkan ukuran dan bentuk yang ekstrem. Vasuki indicus dari India disebut sebagai salah satu ular terbesar, dengan panjang mencapai 15 meter.

Ada pula Titanoboa yang muncul sekitar 60-58 juta tahun lalu dan dikenal sebagai salah satu ular terbesar sepanjang masa, dengan panjang mencapai 13 meter. Sementara itu, Rukwanyoka yang hidup sekitar 25 juta tahun lalu disebut sebagai salah satu ular berbisa pertama dengan bisa neurotoksin.

Paradoxophidion richardoweni juga menarik perhatian karena dinilai mirip dengan ular karung modern. Keberagaman ini memperlihatkan bahwa ular purba berkembang dalam banyak arah, tidak selalu menyerupai ular modern yang dikenal sekarang.

Dua jalur penjelasan yang masih diperdebatkan

Sampai sekarang, alasan utama mengapa kadal berevolusi menjadi ular dan kehilangan kaki belum disepakati sepenuhnya. American Scientist menyebut ada dua hipotesis utama yang masih dibahas dalam kajian evolusi.

Hipotesis pertama menempatkan ular sebagai keturunan kadal darat. Dalam pandangan ini, kaki perlahan menghilang karena tubuh perlu masuk ke sela sempit dan bergerak lebih efisien di ruang terbatas.

Hipotesis kedua mengarah ke lingkungan laut. Dalam skenario ini, kadal darat mulai berenang dan beradaptasi hidup di perairan, lalu kehilangan kaki agar pergerakan di air menjadi lebih baik.

Kerabat terdekat yang masih memberi petunjuk

Di antara reptil modern, ular paling dekat dengan biawak dari famili Varanidae. Keduanya berada dalam Squamata, dan kedekatan itu ikut menjelaskan beberapa kemiripan, seperti lidah bercabang serta keberadaan bisa pada sebagian spesies.

Ular juga memiliki hubungan dekat dengan klad Amphisbaenia, yaitu kadal cacing yang tidak berkaki. Meski begitu, penelitian soal asal-usul reptil tak berkaki ini masih terus berlanjut karena masih ada ruang untuk penafsiran yang berbeda.

Source: www.idntimes.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer