Nama Gobel yang melekat pada keluarga besar dan perusahaan Rachmat Gobel ternyata menyimpan asal-usul yang jauh lebih tua dari yang banyak diketahui publik. Di balik identitas bisnis itu, ada jejak keturunan bangsawan Gorontalo yang disebut berasal dari Sultan Ibrahim Duawulu atau Raja Hubulo.
Rachmat Gobel sendiri pernah menjelaskan bahwa nama leluhurnya adalah Hubulo. Ia menyebut nama itu kini dikeramatkan di Gorontalo, sementara penyebutan Gobel lahir dari perubahan pelafalan yang terjadi pada masa kolonial Belanda.
Garis keturunan dari Gorontalo
Keluarga besar Gobel berasal dari Gorontalo, Sulawesi, meski kiprah bisnis mereka kemudian berkembang di Jakarta. Sosok yang disebut menjadi leluhur utama adalah Raja Hubulo, yang dikenal sebagai ulama sekaligus pemimpin dengan sikap tegas terhadap kolonialisme.
Raja Hubulo juga dikenal berperan dalam penyebaran Islam dari Gorontalo hingga semenanjung utara Sulawesi. Warisan sejarah itu disebut tetap melekat pada keluarga Gobel hingga sekarang.
Dalam tayangan YouTube Kumparan, Rachmat Gobel mengatakan, “Gobel itu nama keluarga, tapi nama keluarga itu aslinya Hubulo. Nama leluhur saya yang dikeramatkan makam di Gorontalo itu namanya Hubulo aslinya.”
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Asal keluarga | Gorontalo, Sulawesi |
| Leluhur yang disebut | Sultan Ibrahim Duawulu atau Raja Hubulo |
| Alasan perubahan nama | Penyebutan oleh kolonial Belanda yang kesulitan melafalkan Hubulo |
Menurut penjelasan Rachmat, orang Belanda kesulitan mengucapkan nama Hubulo. Dari situlah muncul penyebutan Hubel yang kemudian ditulis menjadi Gobel.
Nama Gobel di perusahaan keluarga
Selain menjadi nama keluarga, Gobel juga dipakai dalam nama perusahaan-perusahaan keluarga tersebut. Namun, Rachmat menjelaskan bahwa pada masa ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, nama itu diberi makna lain di lingkungan usaha keluarga.
Ia menyebut ayahnya menerangkan Gobel sebagai singkatan dari Gerakan Organisasi Bina Ekonomi Lemah. Istilah itu lahir pada masa ketika konsep UMKM belum dikenal seperti sekarang.
“Sama orang tua saya dikasih tahu. Kan semua perusahaan nama belakangnya Gobel. Gobel yang ada di perusahaan pada waktu itu, almarhum mengatakan bukan nama keluarga. Tapi merupakan singkatan dari Gerakan Organisasi Bina Ekonomi Lemah, dulu belum ada UMKM,” terang mantan Menteri Perdagangan itu kepada VIVA.co.id.
Setelah ayahnya meninggal, Rachmat menjadi anak kelima sekaligus anak laki-laki pertama yang meneruskan perusahaan keluarga. Dari situ, nama Gobel tetap hidup sebagai identitas keluarga dan juga penanda sejarah bisnis lintas generasi.
Source: www.viva.co.id






