Jejak Taufik Hidayat Diputus Di Bandung, Polisi Ungkap Cara Kaburnya Yang Rapi

Taufik Hidayat akhirnya ditangkap di Bandung setelah pelariannya dalam kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap korban berinisial YTR terhenti. Polda Jawa Barat menyebut tersangka bergerak lintas kota dan berusaha menghapus jejak selama pengejaran berlangsung.

Penangkapan itu menutup rangkaian pelacakan yang tidak sederhana. Polisi menelusuri keberadaan TH dengan kombinasi CCTV, transaksi keuangan, dan informasi lapangan yang terus diperbarui.

Jejak Pelarian Disisir dari Cimahi hingga Tangerang

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menjelaskan, tim khusus mengikuti perpindahan tersangka dari Cimahi ke Tangerang. Aparat juga memantau sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat singgah TH, termasuk saat tersangka disebut sempat bermalam di pompa bensin.

Menurut Rudi, pola gerak tersangka menunjukkan upaya serius untuk menghindari pantauan petugas. “Kami menelusuri semuanya, seperti tayangan CCTV. Tersangka sempat melarikan diri ke Cimahi, kemudian bergeser ke daerah Tangerang,” ujarnya di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (26/6).

Titik terang muncul pada 22 Juni dini hari ketika petugas mendeteksi keberadaan TH di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung. Dari sana, penyisiran diperluas setelah tersangka terlihat melintas di dekat sebuah mesin ATM.

Ditangkap Setelah Persembunyian Terkonfirmasi

Setelah lokasi persembunyian dipastikan berada di Perumahan Griya Pesona, petugas bergerak cepat. Penangkapan dilakukan pukul 18.30 WIB saat tim mengepung area yang diduga menjadi tempat TH bersembunyi.

Polisi menilai pengejaran berjalan sulit karena TH memiliki pengalaman kerja sebagai debt collector. Latar belakang itu diduga membuat tersangka memahami cara bergerak cepat dan menghindari sorotan aparat.

Rudi mengatakan, pengalaman tersebut tampak dari cara TH berpindah tempat dan mencoba menyamarkan keberadaannya. Aparat kemudian memaksimalkan penelusuran digital dan lapangan agar pola pelariannya bisa dibaca secara utuh.

Barang Bukti Menguatkan Dugaan Kekerasan

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan jaket yang terekam dalam CCTV dan sebuah helm yang diduga dipakai saat penganiayaan. Helm tersebut disebut digunakan untuk memukul wajah dan kepala korban.

Temuan lain yang ikut disorot adalah perubahan warna helm dari merah menjadi hitam. Polisi menduga langkah itu dilakukan untuk menghilangkan jejak dan menyamarkan kaitannya dengan peristiwa kekerasan.

Seluruh barang bukti tersebut kini menjadi bagian penting dalam pembuktian perkara. Penyidik menempatkannya sebagai rangkaian petunjuk yang memperkuat dugaan terhadap tindakan TH terhadap korban YTR.

Pemulihan Korban dan Pemeriksaan Lanjutan

Di luar penindakan terhadap tersangka, Polda Jawa Barat menegaskan bahwa pemulihan korban tetap menjadi perhatian utama. Polisi telah berkoordinasi dengan rumah sakit dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan penanganan terbaik bagi YTR.

Pendampingan juga melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban serta Ikatan Psikologi Klinis. Rudi menyebut tindakan tersangka sangat sadis dan meminta proses recovery korban segera diprioritaskan oleh pihak rumah sakit.

Setelah penangkapan ini, kondisi kejiwaan TH juga akan diperiksa oleh tim psikiatri. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses lanjutan dalam kasus yang sempat membuat aparat harus bekerja ekstra di sejumlah titik pelacakan.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait