Jember Kirim Cerutu Ke 14 Negara, Tembakau Na-Oogst Mengangkat Nama Indonesia

Author: Redaksi Android62

Ekspor tembakau Jember pada 2023 menembus lebih dari 3 juta kilogram dengan nilai sekitar 31,9 juta dolar AS. Angka itu menunjukkan bahwa daerah ini tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga makin diperhitungkan dalam perdagangan luar negeri.

Pencapaian tersebut juga memperlihatkan perubahan besar pada posisi Indonesia di industri tembakau. Negeri ini mulai dilihat sebagai produsen cerutu berkualitas tinggi dengan karakter kuat, bukan sekadar pemasok bahan mentah.

Kekuatan Jember ada pada bahan baku dan keterampilan

Salah satu penopang utama datang dari Tembakau Besuki Na-Oogst yang berasal dari Jember. Bahan baku ini sudah lama dikenal cocok untuk cerutu karena punya aroma dan rasa khas.

Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, menilai keunggulan itu lahir dari perpaduan bahan baku, keterampilan petani, dan kemampuan para perajin tembakau. Menurut dia, karakter cerutu yang dihasilkan sulit ditiru negara lain.

Ia juga menyebut kualitas itu menjadi modal penting untuk bersaing dengan cerutu Kuba dan Dominika. Dari sudut pandang tersebut, cerutu Jember tidak lagi berdiri sebagai produk daerah semata, tetapi sebagai bagian dari peta persaingan global.

Produksi yang menggerakkan banyak orang

Industri cerutu di Jember memberi dampak ekonomi yang luas karena proses produksinya padat karya. Rantai kerjanya melibatkan petani di lahan hingga pengrajin linting di pabrik.

Proses yang masih mengandalkan tangan manusia itu ikut menjaga konsistensi rasa dan karakter cerutu. Karena itu, Bambang menilai sektor ini layak dipahami sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional.

Ia menegaskan bahwa cerutu bukan sekadar industri tembakau biasa. Produk ini dinilai mampu memberi nilai tambah tinggi bagi daerah sekaligus perekonomian nasional.

Jejak pasar yang makin luas

BIN Cigar Jember kini telah masuk ke 14 negara di Eropa, Amerika, Asia Timur, dan Timur Tengah. Perluasan pasar ini menjadi penanda bahwa cerutu asal Jember punya tempat di pasar internasional.

Kondisi tersebut ikut memperkuat citra Indonesia sebagai produsen, bukan hanya penyuplai bahan baku. Di saat bersamaan, Jember mendapat pengakuan sebagai salah satu pusat cerutu premium dari Indonesia.

Bambang optimistis konsistensi kualitas bisa membuat dunia tak hanya mengenal Havana atau Dominika. Ia melihat Jember berpeluang dikenal sebagai pusat cerutu premium dengan identitas yang kuat.

Dukungan kebijakan dan pekerjaan rumah berikutnya

Di sisi kebijakan, industri ini mendapat ruang dari keputusan pemerintah yang tidak menaikkan tarif cukai pada 2026. Langkah itu dinilai penting agar ketersediaan lapangan kerja tetap terjaga.

Meski begitu, tantangan di pasar global masih terbuka lebar. Penguatan merek, standardisasi kualitas yang ketat, dan perluasan akses pasar menjadi langkah penting agar cerutu Indonesia bisa menjangkau wilayah yang lebih luas.

Pandangan itu disampaikan Bambang saat menerima kunjungan Pemilik BIN Cigar, Febrian Ananta Kahar, serta Presiden Perikhsa Cigar Brotherhood, Charles Wicaksana, di Jakarta pada Jumat (1/5/2026). Dari Jember, cerutu Indonesia kini membawa pesan baru bahwa kualitas olahan lokal dapat bersaing jauh melampaui pasar domestik.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru